Melalui situs yang menghubungkan penggemar dan idola, V Live, Jaejoong menyebutkan betapa canggungnya ia saat kembali menjejak dunia selebriti dan menggunakan riasan lagi.
"Apa kalian sebut itu? Eyeliner? Menggunakan riasan lagi setelah dua tahun terasa sangat aneh. Selama saya di militer, saya hanya memakai krim kamuflase, tapi di sini saya mengenakan riasan lagi. Saya tidak terbiasa dengan itu, jadi saya berencana untuk hanya menggunakan BB cream untuk acara," ujar Jaejoong, seperti dikutip dari Star News via Naver.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, aktor yang pernah membintangi drama Spy ini juga punya cerita lain saat dirinya menjalani Wamil. Ia menyayangkan bagaimana sejumlah orang menganggapnya mendapatkan perlakuan istimewa dalam program tersebut karena statusnya sebagai selebriti terkenal.
Ketika penggemar bertanya soal caranya menjaga penampilan, mantan personel TVXQ ini mengaku telah menjalankan diet ketat bahkan di sela-sela menjalankan tugas.
"Saat orang lain makan ramyun, saya tidak. Saya kehilangan 14 kilogram. Dengan diet kadar garam tinggi dan rendah protein, saya kehilangan berat badan, tapi tetap menjaga penampilan wajah saya. Saya pikir saya kurang menua selama dua tahun itu. Saat ini, berat badan saya 65 kilogram," ujarnya bangga.
Jaejoong memulai program wajib militernya pada 31 Maret 2015 silam. Ia menghabiskan lima pekan awal programnya dengan menjalani pelatihan dasar wajib di pusat pelatihan rekrutan Divisi Infantri 1 Korea Selatan di Gwangtanmyeon, Paju, Provinsi Gyeonggi.
Dalam sesi itu, Jaejoong berhasil mendapatkan peringkat tertinggi di antara 244 orang yang ikut dalam gelombang itu, sehingga ia mendapatkan Excellence Award saat upacara kelulusan. Ia ditempatkan di Divisi Infantri 55 di Distrik Cheonin, Yongin sebagai tentara aktif dan personel band militer selama 21 bulan.
Jaejoong akhirnya lulus dari program wajib militer pada Jumat (30/12) pekan lalu. Dalam hari perilisannya, ia disambut ribuan penggemar yang telah 'kehilangan' sosoknya selama dua tahun lebih. (rah)