Luna tampil percaya diri sebagai wanita mandiri dan independen dalam film itu. Ia tak lagi menggantungkan diri dengan kekayaan serta apa yang dimiliki orang tuanya. Sebagai Tarra, Luna datang ke dalam hidup Chicco dan Rio untuk membantu mereka membangun kedai kopi.
Chicco dan Rio masih menjadi Ben dan Jody, dua pemuda maskulin pemilik kedai kopi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angga Dwimas Sasongko yang juga masih jadi sutradara Filosofi Kopi menjamin, film ke-dua ini akan berskala jauh lebih besar. “Dari skala produksi serta lokasi jauh lebih banyak. Karakternya pun lebih banyak. Perempuan ada dua, karakternya diciptakan lagi,” katanya.
Judulnya menjadi Filosofi Kopi: Ben & Jody.
Visinema Pictures, rumah produksi yang menaungi Filosofi Kopi, sempat membuka sayembara bagi siapa pun yang ingin mengembangkan imajinasinya untuk melanjutkan cerita film pertama. Maka sekuel film ini pun ‘diracik’ berdasarkan cerita dari pemenang kompetisi itu, Christian Armantyo dan Frischa Aswarini. Penulis skenarionya tetap Jenny Jusuf.
Kali ini, pemenang FFI untuk skenario adaptasi terbaik (2015) itu bekerja sama dengan M. Irfan Ramli, penulis naskah film Cahaya Dari Timur dan Surat Dari Praha.
Selain Angga yang kembali jadi sutradara, ia juga berkolaborasi lagi dengan Anggia Kharisma, Chicco dan Handoko Hendroyono selaku produser. Rio pun ikut ambil bagian.
Syuting Filosofi Kopi: Ben & Jody masih akan berlangsung hingga awal Februari mendatang. Selesai syuting di Jakarta, produksi akan dilanjutkan di beberapa kota lain.
Foto: Dok VisinemaFilosofi Kopi dilanjutkan menjadi sekuel. |
Filosofi Kopi: Ben & Jody dijadwalkan tayang pada Juli 2017. (rsa)
Foto: Dok Visinema