Perilisan untuk luar Jepang, termasuk Indonesia masih belum diketahui. Begitu juga cerita yang ada di dalamnya.
Shinchosha mengatakan buku tersebut akan dibagi dalam dua bagian, yakni Emerging Ideas dan Moving Metaphor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Judulnya memberi kesan berbeda dari karya Murakami sebelumnya bukan? Kira-kira seperti apa ya kisahnya?" ungkap Shinchosha setengah bertanya dalam pernyatannya melalui surel.
Sejak mulai menulis novel pada 1979 lewat karyanya Hear the Wind Sing, ia sudah menulis 13 buku. Selain karya yang ia ikutsertakan dalam lomba dan menang itu, ada juga karya lainnya yakni Pinball, 1973 (1980), A Wild Sheep Chase (1982), Hard-Boiled Wonderland and the End of the World (1985), Norwegian Wood (1987), Dance Dance Dance (1988), South of the Border, West of the Sun (1992).
Dalam rentang dua tahun 1994-1995, ia menulis The Wind-Up Bird Chronicle, lalu Sputnik Sweetheart (1999), Kafka on the Shore (2002), After Dark (2004), 1Q84 (2009-2010), dan Colorless Tsukuru Tazaki and His Years of Pilgrimage (2013).
Selain novel, Murakami juga menulis sejumlah cerita pendek yang diterbitkan dalam kumpulan cerita, antara lain The Elephant Vanishes (2005), After the Quake (2000), Blind Willow, Sleeping Woman (2009) dan Men Without Women (2014).