Komik baru itu akan menjadi sisipan dalam Kosmik Second Orbit Issue 01 yang dirilis oleh platform penerbitan komik lokal Kosmik.
Melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com pada Selasa (24/1), Peri Bahasa berusaha mengangkat budaya berbahasa dan pantun ke dalam komik dengan menggabungkan budaya lokal [peribahasa dan ungkapan] dengan genre laga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau peribahasa menjadi media berantem ala-ala komik populer, kayaknya bagus juga ya?” pikir Fachreza saat itu. Menurutnya, itu bagus menggenjot orang untuk belajar bahasa dengan lebih menyenangkan.
Peri Bahasa memang berusaha menyesuaikan budaya peribahasa agar lebih kekinian dan dapat diterima pembaca muda.
"Sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari, seringkali dihadapkan pada pertentangan antara penggunaan bahasa sebagai cara berkomunikasi yang sesuai dengan kaidah dan aturan tertentu dengan penggunaan bahasa secara bebas yang beradaptasi dengan perkembangan zaman.”
Peri Bahasa menceritakan tentang Siska, seorang agen baru Polisi Bahasa, bersama seniornya, Mira. Polisi Bahasa bertugas menjaga pemakaian bahasa sesuai aturan agar tidak terjadi kekacauan di dunia. Namun, suatu kelompok bernama Peri Bahasa menentang mereka dan menginginkan penggunaan bahasa secara bebas.
Kosmik Second Orbit Issues 01 yang berisi Peri Bahasa resmi terbit di toko buku, Rabu (25/1) besok. (rsa)