"Saya merasa sangat luar biasa. Ini merupakan hal yang indah untuk disaksikan. Tahun ini ada banyak film yang luar biasa. Saya senang melihat proyek seperti Hidden Figures, Fences dan Moonlight mendapat pengakuan," katanya, seperti dilansir NME.
Hal ini berbeda dari perhelatan Oscar tahun lalu yang dinilai rasis karena deretan nominasi yang didominasi pegiat film berkulit putih. Dikabarkan, saat itu ada 20 nominasi yang diraih aktor berkulit putih, dan kemudian memicu banyaknya protes di media sosial melalui tanda pagar #OscarsSoWhite.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontras dengan apa yang terjadi dua tahun terakhir, ajang Oscar tahun ini tak lagi menyuguhkan deretan nominator yang berkulit putih saja. Aktor kulit hitam Mahershala Ali dan Naomie Harris menerima pengakuan berkat aksinya sebagai aktor pendukung di film Moonlight.
Kemudian aktris Viola Davis (Fences) dan Octavia Spencer (Hidden Figures) juga dinominasikan sebagai aktris pendukung. Di jajaran kategori aktris terbaik Ruth Negga turut mewarnai berkat perannya di film Loving.
Aktor kulit berwarna lainnya seperti Dev Patel pun ikut dinominasikan sebagai peran pendukung di Lion yang menerima enam nominasi secara keseluruhan. Empat dari lima film dokumenter yang masuk nominasi pun datang dari pembuat film berkulit hitam. Termasuk 13th besutan sutradara Ava Duvernay serta I Am Not Your Negro arahan sutradara Raoul Peck.
Mengutip NYTimes, seorang pengamat yakin bahwa Academy Awards kali ini mendengarkan protes yang digaungkan lewat tagar #OscarsSoWhite. Selain memperbaiki dari jajaran nominator, Oscar pun dikabarkan merombak keanggotaan mereka secara drastis pada 2016.
Itu dilakukan karena berdasarkan pengamatan keikutsertaan wanita dan kelompok minoritas masih kurang. Untuk itu mereka pun mengundang lebih banyak perempuan dan kelompok minoritas untuk bergabung.