Lion masuk dalam enam nominasi Oscar 2017, yakni kategori Film Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik (Dev Patel), Aktris Pendukung Terbaik (Nicole Kidman), Sinematografi Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik, dan Scoring Orisinal Terbaik.
Dalam wawancara eksklusif dengan CNNIndonesia.com, Saroo berpandangan bahwa dunia mengakui kisah hidupnya memang luar biasa. Hal itu terlihat dari larisnya buku memoir A Long Way Home di Australia, bahkan di dunia. Meski demikian, ia mengaku tidak mengira bahwa sutradara asal Australia Garth Davis akan membuat kisahnya menjadi sebuah film.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:'La La Land' Kuasai Nominasi Oscar 2017 |
Ia menganggap bahwa belum banyak kisah nyata yang diangkat menjadi sebuah film, karena banyak orang yang terlalu takut untuk membeberkan hal-hal yang bersifat sangat pribadi agar didengar oleh publik di seluruh dunia. Namun, menurutnya, kisahnya ini memiliki sisi kemanusiaan dan memuat pesan yang bisa disebarluaskan melalui aktor dan aktris dalam film Lion.
"Mereka menggunakan seluruh jiwa dan raganya, Dev dalam memerankan sosok saya, dan Nicole memerankan sosok ibu saya. Saya pikir itu menggemakan dunia Nicole juga, karena Nicole sendiri merupakan ibu adoptif. Dan Dev adalah aktor keturunan India yang berkebangsaan Inggris, jadi dia merasakan itu," katanya.
Lihat juga:Nominasi Oscar 2017 Tepis Isu Rasis |
Tak hanya kepada sutradara dan para pemeran, Saroo juga memuji tim produksi dari See-Saw Films yang tetap mempertahankan dan tidak banyak mengubah kisah aslinya agar tetap terasa nyata dan jujur.
"Film itu 90 persen sesuai dengan kronologi kejadian. Terima kasih kepada sutradara dan para penulis skrip, ini seperti lukisan tua. Banyak data soal apa yang terjadi dalam kisah luar biasa ini, jadi mengapa harus diubah? Memang ada sejumlah variasi, tapi masih sesuai etika produksi demi memperindah film. Saya menyukainya, saya rasa itu fantastis dan digarap dengan apik. Saya pikir orang-orang akan terpikat oleh kisah ini," ujarnya.
Terlibat Penulisan Skenario
Saroo mengaku berkontribusi dalam penulisan skrip film Lion. Ia dan Sue Brierley langsung membaca seluruh skenario yang diberikan oleh tim produksi. Keduanya bertugas untuk memastikan bahwa para penulis skrip tidak membuat cerita menjadi melenceng atau terlalu kreatif, misalnya agar tidak terlalu banyak menggunakan computer-generated imagery (CGI) yang tidak perlu.
"Pada dasarnya kami memoles skrip itu, memperbaiki di sana-sini, dan memberikan gambaran kepada sutradara bahwa dia harus mengambil adegan ini di area ini atau adegan itu di area itu," katanya.
[Gambas:Youtube]
Meski demikian, dalam hal pembuatan film secara keseluruhan, pria kelahiran 1981 ini mempercayakan kisah hidupnya diterjemahkan langsung dan dibuat 'hidup' kembali oleh Garth Davis sebagai sutradara, Luke Davis selaku penulis naskah film, seluruh tim produksi serta para aktor dan aktris yang terlibat.
"Saya rasa [dengan kerjasama yang baik seluruh tim], pada akhirnya beban yang ada di pundak sutradara, untuk membuat film ini hidup, menjadi lebih ringan," ujarnya.
Saroo bercerita, ia pernah sekali mengikuti proses syuting film di Kalkuta, India. "Ketika Anda melihat take satu, take dua, take tiga, Anda akan mengatakan, 'Sudah cukup, mari melakukan sesuatu yang lain.' Sekali saja cukup buat saya, itu cerita saya sendiri," ujarnya seraya terkekeh.
Karena mendapatkan satu undangan untuk menghadiri Malam Penganugerahan Oscar 2017, Saroo mengaku berencana untuk membawa serta Sue.
"Lion mendapat enam undangan, karena masuk enam nominasi Oscar. Jadi saya diberi satu undangan dan saya akan mengajak ibu saya. Dev juga sepertinya akan mengajak ibunya," katanya. (res/rsa)