Dilaporkan, Madonna tengah didekati untuk menyanyikan dan merekam lagu itu.
Ace Showbiz memberitakan, menurut TMZ penulis lagu legendaris Bruce Roberts langsung yang mendekati Madonna dan memintanya menyanyikan lagu itu. Di bagian chorus yang bakal diulang-ulang saat menyanyi, ada kalimat ‘enough is enough’ untuk kebijakan Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roberts disebut-sebut meminta Madonna menulis kembali lirik lagu itu, lalu menyanyikannya sebagaia perlawanan untuk kebijakan-kebijakan yang dibikin Trump sebagai presiden.
Madonna memang dikenal sebagai salah satu musisi yang vokal menyuarakan perlawanannya terhadap Trump. Sejak kampanye untuk Pilpres AS, sang musisi mendukung Hillary Clinton.
Trump sampai gerah sendiri dengan serangan-serangan Madonna untuknya, terutama pernyataannya yang terakhir untuk menghancurkan Gedung Putih. Kata Trump saat diwawancara Fox News, “Dia menjijikkan. Saya pikir dia sangat menyakiti dirinya.”
“Saya pikir dia memalukan bagi negara kita,” tutur Trump menegaskan.
Mantan juru bicara Gedung Putih, Newt Gingrich bahkan mengatakan Madonna bisa disebut sebagai bagian dari kebangkitan fasisme ata sayap kiri, dan bisa dipenjara. (rsa)