Film 'Wiro Sableng' Awali Kerja Sama Indonesia & Hollywood

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 10/02/2017 12:01 WIB
Film 'Wiro Sableng' Awali Kerja Sama Indonesia & Hollywood Rumah Produksi LifeLike Pictures bekerjasama dengan Fox International Production, divisi dari salah satu studio Hollywood 20th Century Fox Film Corporation. (Foto: CNN Indonesia/Aghniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggarapan film Wiro Sableng 212 (212 Warrior) tidak hanya menjanjikan karena mengangkat karakter ikonik yang melegenda, tapi juga menjadi kolaborasi pertama rumah produksi Indonesia LifeLike Pictures dengan Fox International Productions (FIP) yang merupakan divisi dari salah satu studio besar Hollywood, 20th Century Fox Film Corporation.

Kesepakatan kerjasama itu disampaikan Presiden FIP, Tomas Jegeus, Executive Producer Michael Werner, dan Produser Sheila Timothy di Jakarta, pada Kamis (9/2). Tomas mengungkapkan, ia sangat senang terlibat dalam pembuatan film Wiro Sableng, dan FIP merasa terhormat bisa menjadi studio Hollywood pertama yang melakukan co-production dengan rumah produksi Indonesia. "Kami berharap akan lebih banyak lagi kolaborasi lainnya di masa mendatang," ujarnya.

Menanggapi kerjasama Indonesia-Hollywood ini, Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengatakan hal itu terwujud berkat dihapusnya film dari Daftar Negatif Investasi (DNI).


"Kami menyambut baik hal ini, ini hasil dibukanya DNI. Sebelumnya tiga tahun lalu itu dilarang, tapi ini dibuka agar masuk modal dan teknologi dari nol menjadi 100 persen. Indonesia pasar yang baik untuk perfilman," ujar Triawan.

Sheila Timothy selaku produser film dari LifeLike Pictures pun mengungkapkan proses terwujudnya kerjasama dengan FIP. Awalnya, kata Lala (demikian ia biasa disapa), ia ditawarkan oleh Vino G Bastian, ahli waris cerita Wiro Sableng yang ditulis mendiang ayahnya Bastian Tito.

"Vino menawarkan sudah sejak lama tapi saat itu saya belum siap, karena ini butuh persiapan yang tidak mudah. Saat itu saya sedang garap film Tabula Rasa," kata Lala.

Dia kemudian mengatakan setelah mendapat tawaran dari Vino, ia pun menceritakan hal itu pada temannya Michael, konsultan FIP Asia, yang kemudian menyatakan ketertarikan serta siap membantunya. Lala pun mulai melakukan riset mengenai karakter Wiro Sableng.

"Saya tahu lebih ke sinetron dan lagunya, sering ketukar dengan yang hijau [Si Buta dari Gua Hantu], tapi setelah saya baca bukunya itu lebih menggugah, karakter yang dinamis, kekayaan penokohan sampai senjata, jurus-jurusnya," tutur Lala.

Selama satu tahun mempersiapkan proses kreatif serta proposal, Lala pun beranjak untuk mencari dana dan merencanakan bantuan produksi dari luar.

Film Wiro Sableng Awali Kerja Sama Indonesia & HollywoodPihak LifeLike Pictures dan Fox International Productions saat pengenalan rencana pembuatan film 'Wiro Sableng 212'. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
"Yang kami cari bukan hanya finansial, tapi juga untuk pasca produksi karena film laga ini berbeda, tingkat kesulitan tinggi ada CGI untuk jurus tenaga dalam, juga sling," katanya yang kemudian bercerita bahwa lewat Michael ia diperkenalkan pada Tomas.

Tomas sendiri mengatakan ia terkesan dengan presentasi yang disampaikan Lala terkait film Wiro Sableng yang dinilai mengangkat budaya lokal khas Indonesia.

"Saat pertama kenal Sheila sudah kagum dengan kreatifitasnya lalu bertemu kru dan pemeran semakin kagum. Saya suka di Indonesia merasakan kreatifitasnya bersama-sama," kata Tomas.

Lebih lanjut diungkapkan Tomas bahwa dalam kerjasama itu antara FIP dan LifeLike Pictures masing-masing memiliki andil 50:50. "Kami siap mengeluarkan budget berapapun yang dibutuhkan," kata Tomas.

Lala menambahkan, "Yang jelas budgetnya di atas US$ 2 juta (Rp 26,6 miliar)."

Film 'Wiro Sableng 212' dibintangi Vino Bastian sebagai Wiro Sableng, dan disutradarai Angga Dwimas Sasongko. Mulai diproduksi Agustus 2017, film ini dijadwalkan rilis pada 2018 mendatang.  (rah/rah)