Bedanya, penampilan dia di ajang penghargaan musik Inggris itu lebih 'vulgar' dan lugas. Ia tidak hanya mengkritik Trump tapi juga Perdana Menteri Inggris, Theresa May.
Saat membawakan lagu Chained to the Rhythm berduet dengan Skip Marley, ia menghadirkan dua penokohan boneka raksasa berwajah 'tengkorak' dengan busana yang identik dengan Trump dan May. Kedua boneka ini lalu berjalan dan bergandengan tangan menuju tengah panggung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Mirror, penyanyi berusia 32 tahun itu mengungkapkan kalau lagu yang ia nyanyikan beranjak dari 'depresi' yang dialaminya setelah Donald Trump menang dan terpilih sebagai Presiden AS, mengalahkan Hillary Clinton yang ia jagokan.
"Bagaimana mungkin kita membuat lagu bersenang-senang, sementara dunia sedang dalam keadaan terancam? Pertama kali dengar lagu ini memang terkesan fun, akan tetapi semakin mendalami liriknya maka ada beberapa pesan tersembunyi di dalamnya," tambah dia.
Aksi panggung 'kontroversi' Perry ini cukup mencolok dan mencuri perhatian publik serta sempat ramai di media sosial. Beberapa orang tak tahan untuk tidak membaginya.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter] (rah)