"Maaf saya tidak bersama kalian malam ini, ketidakhadiran saya adalah untuk menghormati orang-orang dari negara saya dan enam negala lain," katanya melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Insinyur Iran-Amerika Anousheh Ansari di Dolby Theatre Hollywood and Highland Center, Los Angeles, Amerika Serikat.
Lihat juga:Live Report: Gegap Gempita Oscar 2017 |
Farhadi mengutuk aturan Trump yang melarang pelancong dari negara dengan mayoritas penduduk Muslim untuk masuk Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut aturan tersebut 'tidak berperikemanusiaan.'
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Salesman berhasil mengalahkan empat nominasi lainnya, yakni Land of Mine (Denmark), A Man Called Ove (Swedia), Tanna (Australia), dan Toni Erdmann (Jerman). Ini merupakan kemenangan Oscar ke-dua bagi Farhadi, setelah sebelumnya menyabet piala di kategori yang sama dengan film A Separation (2012).
[Gambas:Twitter]
Sepanjang karirnya sebagai sutradara, Farhadi telah mengarahkan tujuh judul film. Selain dua film yang memenangkan piala Oscar itu, film lainnya yakni Dancing in the Dust (2003), The Beautiful City (2004), Fireworks Wednesday (2006), About Elly (2009), dan The Past (2013).
Sebelumnya, otoritas imigrasi Amerika Serikat juga telah melarang masuk Khaled Khateeb, sinematografer asal Suriah berusia 21 tahun yang membuat film dokumenter tentang perang saudara bangsanya, The White Helmets, dan telah dinominasikan untuk Academy Award atau Piala Oscar.
Menurut korespondensi administrasi internal Trump yang diketahui oleh Associated Press, para pejabat keamanan memutuskan pada menit terakhir untuk melarang Khaled Khateeb masuk ke Los Angeles untuk menghadiri acara Oscar.
Khateeb dijadwalkan tiba pada Sabtu (25/2) di Los Angeles dengan penerbangan Turkish Airlines yang berangkat dari Istanbul. Namun, rencananya gagal setelah para pejabat Amerika Serikat melaporkan menemukan informasi yang bersifat merugikan (derogatory information) soal Khateeb. (res/res)