Masing-masing memoar akan dibuat berbeda, dan ditulis langsung oleh mereka.
Diberitakan AFP, Penguin Random House masih menyebut Obama sebagai presiden dalam pernyataan resminya, “Perusahaan baru saja mendapatkan hak publikasi dunia untuk dua buku, yang nantinya akan ditulis masing-masing oleh Presiden dan Mrs. Obama.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Tom Hanks Terbitkan Buku Pertama Tahun Ini |
Tidak dijelaskan lebih detail soal berapa mereka harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan hak cipta itu. Namun menurut Financial Times, penawaran untuk mendapatkan dua buku itu mencapai US$60 juta atau Rp801 miliar. Terang saja, itu memoar seorang mantan presiden.
Dari pihak Obama, ada pengacara andal Washington, Robert Barnett yang merepresentasikannya dalam kesepakatan jual beli hak cipta itu. Barnett juga dahulu mewakili George W. Bush dan Bill Clinton. Kedua mantan presiden itu juga menelurkan memoar setelah lengser.
Di sisi lain, memoar Michelle Obama akan menjadi hal baru yang ditunggu. Apalagi ia merupakan Ibu Negara pertama yang keturunan Afrika-Amerika. Tapi, ia begitu dicintai.
“Kami sangat antusias menanti bekerja sama dengan Presiden dan Mrs. Obama untuk membuat buku masing-masing dipublikasikan global,” kata CEO Penguin Random House, Markus Dohle. (rsa)