Melansir AFP, Thomas P Campbell, ahli permadani asal Inggris yang telah menjabat sebagai kepala museum the Met sejak awal 2009 mengatakan berhenti terhitung Juni mendatang.
The Met, salah satu museum terbesar di dunia dengan koleksi antik dari seluruh dunia tersebut baru saja membuka ruang pameran baru, the Met Breuer, pada tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Museum terkenal di New York tersebut diperkirakan merugi hingga US$23 juta atau lebih dari Rp307 miliar sepanjang 2016.
Media the New York Times pada awal Februari mengutip salah satu sumber anonim di internal the Met yang mengkritik kepemimpinan Campbell.
Media tersebut juga mengatakan the Met terpaksa menunda pengembangan berupa perluasan bangunan senilai US$600 juta hingga beberapa tahun ke depan.
Hal tersebut dilakukan dengan alasan berhemat demi kebutuhan museum yang lebih penting.
Brodsky juga mengatakan bahwa the Met untuk sementara waktu akan dipimpin oleh Daniel Weiss. Weiss merupakan seorang pakar seni era Perang Salib dan mantan ketua lembaga pendidikan seni Haveford College di Philadelphia.
Sejumlah lembaga seni di Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir tengah berjuang untuk memperbaiki kondisi keuangan mereka sebagai bentuk pemulihan dari krisis finansial pada 2008 silam.
Museum di Amerika Serikat dan berbagai lokasi pertujukan seni di negara tersebut semakin mendapatkan tantangan setelah Presiden Donald Trump berencana mengatur sistem pemberian donor finansial yang jadi nadi kehidupan para lembaga seni di Negeri Paman Sam. (end)