"Kami tetap membiarkan patung-patung itu sebagaimana adanya, kami tidak perlu menutupi apa-apa karena itu adalah budaya kami," kata juru bicara pemerintah Bali Dewa Mahendra, seperti dilansir dari AFP.
Pemerintah Bali mengaku belum menerima permintaan dari Raja Salman untuk menutupi atau menyembunyikan patung-patung tersebut. Dewa mengatakan, mereka lebih memastikan keselamatan Raja Salman ketimbang menutup patung-patung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal sebelumnya, saat Raja Salman mengunjungi Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, pemerintah menutupi patung bugil yang terpajang di sana dengan kain dan menempatkan beberapa tanaman di sekitar patung.
Hal itu dilakukan sebagai penghormatan untuk raja Muslim itu. Sebab, agama Islam yang dianut Raja Saudi melarang penciptaan gambar makhluk hidup seperti patung perempuan dan penyembahan berhala. Apalagi yang wujudnya telanjang.
Untuk diketahui, Raja Salman dan lebih dari seribu rombongannya akan menikmati liburan selama di Bali setelah kunjungan kenegaraan di Jakara. Raja Saudi itu bahkan memperpanjang kunjungan selama tiga hari dari sebelumnya hingga 9 Maret, menjadi sampai 12 Maret 2017.
Selama berada di Pulau Dewata, banyak agenda Sang Raja yang dirahasiakan, tidak seperti kunjungan di Jakarta. Raja dan rombongannya tinggal di lima hotel mewah untuk liburan, salah satunya di Hotel St Regis yang langsung menghadap laut.
Indonesia adalah salah satu negara yang dikunjungi dari tiga minggu tur Raja Salman di Asia. Dia memulai kunjungan di Malaysia, dan akan mengunjungi Jepang, China serta Maladewa.
Keberadaannya di Indonesia juga termasuk yang terlama. Raja Salman dan rombongannya tinggal selama 12 hari sejak tiba di Jakarta pada 1 Maret 2017. (rsa)