Hakim Nyatakan Cher Bebas dari Tuduhan Pelanggaran Hak Cipta
Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Kamis, 09 Mar 2017 11:04 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Hakim federal membatalkan tuduhan yang tertuju untuk Cher atas pelanggaran hak cipta tipografi album sang penyanyi yang dirilis 2013, Closer to the Truth. Tuduhan tersebut menuding Cher menggunakan jenis huruf di sampul album itu tanpa izin.
Melansir Reuters, tuduhan tersebut diajukan oleh seorang desainer grafis asal Brooklyn, New York Moshik Nadav setelah merasa jenis huruf dalam sampul Closer to the Truth mirip dengan yang ia ciptakan.
Beberapa waktu lalu Nadav menggugat Cher, Warner Bros Records selaku pihak label, dan pihak lainnya atas dugaan menduplikasi elemen artistik dari tipografi 'Paris Logo' dalam album yang terjual 500 ribu kopi itu.
Namun Senin lalu terdakwa mengatakan bahwa tipografi bukanlah subjek dari perlindungan hak cipta, dan ada perbedaan mendalam antara logo yang diperkarakan. Nadav pun meminta kasus itu dibatalkan.
Hakim distrik di Manhattan, Alvin Hellerstein lantas mengabulkan permintaan Nadav untuk membatalkan kasus pelanggaran hak cipta tanpa prasangka yang berarti dapat dibawa kembali sewaktu-waktu.
Roy Gross, pengacara Nadav, tidak segera mengomentari atas kasus ini.
Len Venger, pengacara terdakwa, mengatakan mereka menerima dengan positif atas pembatalan tersebut dan percaya gugatan tersebut tidak memiliki manfaat apa pun.
Warner Bros Records merupakan bagian dari Warner Music Group yang dikuasai oleh miliarder Len Blavatnik.
Album Closer to the Truth dirilis penyanyi bernama asli Cherilyn Sarkisian tersebut pada 20 September 2013, usai merilis album yang juga menjadi latar film yang ia bintangi, Burlesque pada 2010.
Penyanyi yang kini berusia 70 tahun itu turut menjadi produser eksekutif album tersebut. Ia menyebut Closer to the Truth sebagai album terbaik yang pernah ia punya dan 'sangat elektrik'.
Single perdana album itu, Woman's World, dirilis pada 18 Juni 2013 dan menempati posisi puncak di tangga lagu US Billboard Hot Dance/Club Songs.
Sedangkan single ke-dua, I Hope You Find It yang dirilis 4 Oktober 2013 bertengger kuat di puncak tangga lagu beberapa negara Eropa.
[Gambas:Youtube]
(end)
Melansir Reuters, tuduhan tersebut diajukan oleh seorang desainer grafis asal Brooklyn, New York Moshik Nadav setelah merasa jenis huruf dalam sampul Closer to the Truth mirip dengan yang ia ciptakan.
Beberapa waktu lalu Nadav menggugat Cher, Warner Bros Records selaku pihak label, dan pihak lainnya atas dugaan menduplikasi elemen artistik dari tipografi 'Paris Logo' dalam album yang terjual 500 ribu kopi itu.
Lihat juga:Zayn Malik Isyaratkan Buat Lagu Baru |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roy Gross, pengacara Nadav, tidak segera mengomentari atas kasus ini.
Album Closer to the Truth dirilis penyanyi bernama asli Cherilyn Sarkisian tersebut pada 20 September 2013, usai merilis album yang juga menjadi latar film yang ia bintangi, Burlesque pada 2010.
Lihat juga:Festival Glastonbury Jadi Korban Hoax |
Single perdana album itu, Woman's World, dirilis pada 18 Juni 2013 dan menempati posisi puncak di tangga lagu US Billboard Hot Dance/Club Songs.
Sedangkan single ke-dua, I Hope You Find It yang dirilis 4 Oktober 2013 bertengger kuat di puncak tangga lagu beberapa negara Eropa.
[Gambas:Youtube]
(end)