Setelah 13 Tahun Terlupa, Museum di Paris Dihidupkan Lagi

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 09/03/2017 12:33 WIB
Setelah 13 Tahun Terlupa, Museum di Paris Dihidupkan Lagi Sebuah bangunan museum di tepi Paris terlupakan sejak tak digunakan pada 2005, dan seorang pengusaha barang mewah ingin menghidupkan museum itu kembali. (REUTERS/Christophe Petit Tesson/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah museum yang lama tidak digunakan di tepi Paris rencananya akan kembali dihidupkan setelah taipan barang mewah Bernard Arnault ingin merenovasinya.

Melansir Reuters, museum tersebut adalah the Musee National des Arts et Traditions Popularies yang dibangun pada 1972, namun berhenti beroperasi sejak 2005 silam.

Arnault merupakan taipan perusahaan barang mewah pemilik Moet Hennessy Louis Vuitton atau LVMH, perusahaan induk label barang mewah Louis Vuitton.
Taipan itu berencana mengubah museum tersebut menjadi pusat seni dan kerajinan dengan nilai US$167 juta. Arsitek kenamaan Frank Owen Gehry dipercaya merancang ulang bangunan itu.


Gehry sempat disebut oleh majalah Vanity Fair sebagai arsitek paling penting masa kini.

Beberapa karya Gehry adalah bangunan ikonis di berbagai tempat di dunia, seperti Guggenheim Museum di Spanyol, Walt Disney Concert Hall Los Angeles, Louis Vuitton Foundation di Paris, Museum of Pop Culture di Seattle, dan Dancing House di Praha.
Dalam acara jumpa media bersama Presiden Perancis, Francois Hollande, Walikota Paris Anne Hidalgo dan Gehry, Arnault mengatakan proyek tersebut selayaknya start-up.

"Kami akan membawa kehidupan baru pada bangunan yang telah lama tidur. Proyek ini akan menciptakan pusat kebudayaan besar dan menjadi rekan baik bagi Louis Vuitton Fondation," kata Gehry.

Museum itu nantinya akan diberi nama La Maison LVMH/Arts-Talents-Patrimoine dan akan memiliki ruang konser, pameran, dan workshop yang akan siap dibuka pada 2020 mendatang.
LVMH akan membayar 150 ribu euro atau Rp2,1 miliar sebagai donasi tahunan, ditambah sebagian dari keuntungan pendapatan museum kepada Pemerintah Paris selama 50 tahun ke depan.

Pejabat Paris tahun lalu memperbaharui konsesi LVMH atas taman hiburan Jardin d'Acclimatitation yang membuka jalan untuk renovasi taman dan atraksi di dalamnya.

LMVH sudah mengelola tempat tersebut sejak 1984 dan memiliki 80 persen saham taman itu bekerja sama dengan Campagnie des Aples, sebuah perusahaan pengembang taman hiburan dan resor ski. (end)


ARTIKEL TERKAIT