“Motif karena beban kerja terlalu berat. Pekerjaan manajer JKT48," ucap Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan AKP Mansuri, Rabu (22/3), dikutip Detik.com.
Beban pekerjaan sebagai manajer selebriti memang berat. Itu diakui Adik Kurniawan yang profesinya sama. Ia menangani nama-nama terkenal seperti Atiqah Hasiholan, Marcellino Lefrantd, Jack Lee, Surya Saputra dan Cynthia Lamusu. Ada banyak beban yang ditanggungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tian—sapaan akrab Christian—sendiri menangani selebriti seperti Isyana Saraswati, Gita Gutawa, Nindy, Novita Dewi, Mytha Lestari, band Drive, Hidden, dan sebagainya.
“Kerja ini harus banyak 'kudu'-nya: kudu sabar, kudu kebal,” ia kembali mengungkapkan.
Lihat juga:Ada 'Elang' Terbang di Perut Justin Bieber |
Bayangkan: menangani 60 perempuan dengan mood yang tidak bisa diduga, sama seperti menghadapi 120 orang. Apalagi ia bukan saja memikirkan masing-masing anggota. Jiro, sebagai General Manager JKT48 juga memikirkan citra, promosi, serta penjualan talent-nya.
"Paling sulit itu jualan. Dengan sekarang banyak label dan manajemen artis, tingkat persaingan lebih tinggi. Dan itu susah karena harus memikirkan konsep yang menarik, kemudian konsep artisnya, lagu-lagu yang ditawarkan," ujar Tian menuturkan.
Sementara JKT48, yang dibentuk pada 2011, belakangan sudah tidak terlalu terdengar kabarnya. Tak seperti masa-masa awal dibentuk di mana mereka sering manggung dan sangat digemari berbagai kalangan, JKT48 kini hanya punya pentas tetap di teaternya di FX.
Kerja ini harus banyak 'kudu'-nya: kudu sabar, kudu kebal.Tian, manajer artis. |
Di sisi lain, di Jepang, bunuh diri sudah menjadi ‘tradisi.’ Mereka mengenal harakiri, yang biasanya dilakukan jika merasa malu, gagal atau tidak menemukan jalan keluar lain. Studi terakhir pun menyebut, satu dari empat orang di Jepang berpotensi bunuh diri.
Kebanyakan wanita, dan sebagian besar karena stres.
Mengurus selebriti, apalagi girlband besar seperti JKT48, yang ‘bersaudara’ dengan AKB48, jelas tidak mudah dan membuat stres. "Artis itu ada yang susah, ada yang gampang. Ada yang nyantai dan mengerti posisi manajer, ada juga yang enggak peduli,” ujar Tian.
Menyikapi beban itu, dikatakan Tian maupun Adik, manajer harus kembali pada diri sendiri. Manajer artis juga perlu istirahat, makan sehat, olahraga teratur, hingga mencari ketenangan batin agar tak berujung di tali gantungan seperti Jiro.