Life mengisahkan perjuangan sekelompok peneliti International Space Station menyelamatkan diri dari makhluk luar angkasa yang mereka cari dan 'dihidupkan' sendiri. Terdengar klasik? Sangat.
David Jordan (Jake Gyllenhaal), Miranda North (Rebecca Ferguson), Rory Adams (Ryan Reynolds), Sho Kendo (Hiroyuki Sanada), Hugh Derry (Ariyon Bakare), dan Katerina Golovkin (Olga Dihovichnaya) bergabung dalam satu tim mencari jejak kehidupan di luar Bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Makhluk mungil yang semula satu sel kemudian membesar hingga mengancam kehidupan David dan kawan-kawan.
Life tidak menawarkan sesuatu yang amat berbeda dibanding film alien lainnya selain kondisi psikologis yang lebih menegangkan dan terfokus pada perjuangan hidup lima manusia di luar angkasa.
Cuplikan dan poster film LIFE yang dibintangi oleh Jake Gyllenhaal, Rebecca Ferguson, dan Ryan Reynolds. (Dok. Columbia Pictures) |
Namun bila dibandingkan dengan film-film sejenis, Life memang menawarkan logika yang lebih riil. Konsep bertahan hidup menjadi landasan kuat dalam merancang serangan alien bernama Calvin itu terhadap manusia.
Hal ini yang membuat Life bukan sekadar imajinasi sineas Hollywood tanpa dasar seperti serangan alien besar-besaran atau makhluk astral yang kemudian berevolusi menjadi manusia.
Cuplikan dan poster film LIFE yang dibintangi oleh Jake Gyllenhaal, Rebecca Ferguson, dan Ryan Reynolds. (Dok. Columbia Pictures)