"Masalah apa yang akan muncul bila dimainkan oleh ScarJo?" kara Mamoru Oshii, sutradara Ghost in the Shell orisinal, saat diwawancara oleh IGN. "Karakter Mayor Motoko Kusanagi adalah cyborg dan bentuk fisik dia hanyalah asumsi belaka."
Ketika DreamWorks memutuskan akan membuat live-action dari Ghost in the Shell dan memilih ScarJo untuk memerankan tokoh utama, Motoko Kusanagi, ada banyak kontroversi terkait keputusan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:'Black Widow' Berencana Jadi Pejabat Publik |
"Nama Motoko Kusanagi dan tubuhnya saat ini bukanlah nama dan tubuh dia yang asli, jadi tidak ada dasar untuk mengatakan harus aktris Asia yang memerankan sosok tersebut," kata Oshii.
"Bila tetap tidak diizinkan," kata Oshii. "Maka Death Vader seharusnya tidak berbicara dengan bahasa Inggris."
"Saya percaya dengan Scarlett memerankan Motoko adalah peran terbaik untuk film itu. Saya dapat merasakan isu itu hanya sentimen politis dari yang menentang film tersebut, dan saya percaya ekspresi seni harus bebas dari unsur politik," lanjut Oshii yang juga menggarap film animasi Ghost in the Shell 2: Innocent (2004).
Ghost in the Shell yang akan tayang pada 31 Maret mendatang mengisahkan perjuangan aparat cyborg penanggulangan terorisme siber, the Major, atau sosok Motoko Kusanagi.