Agensi Respons Ancaman Pembunuhan Terhadap Jimin 'BTS'

Resty Armenia, CNN Indonesia | Rabu, 29/03/2017 08:38 WIB
Agensi Respons Ancaman Pembunuhan Terhadap Jimin 'BTS' Jimin 'BTS' diancam akan ditembak saat menyanyikan lagu 'Lie' di konser di California, Amerika Serikat. (Foto: AFP PHOTO / Philippe Lopez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketenaran boyband asal Korea Selatan, BTS, tengah meroket. Namun, hal itu tidak berarti ketujuh anggotanya akan selalu dihujani pujian dan diperlakukan baik. Beberapa hari yang lalu, misalnya, vokalis Jimin mendapat ancaman pembunuhan dari seorang anti-fan melalui akun Twitter.

Pada Sabtu (25/3) lalu, melansir Soompi, terdapat unggahan yang dibuat sebuah akun Twitter yang mengatakan bahwa mereka akan membunuh Jimin selama konser di California, Amerika Serikat.

Dalam unggahan tersebut, mereka menampilkan tiga gambar, yakni foto beberapa bangkai hewan, tangan berdarah, dua senjata api, dan foto Jimin. Akun tersebut telah diskors oleh Twitter sebelum kontennya tersebar lebih luas.


"Tempat saya lebih baik tersembunyi saat konser, senjata api saja ada di dalam tas dan ketika Jimin akan menyanyikan Lie, dia akan mati," tulis pemilik akun @AntiBTSAnti itu.


Menanggapi hal tersebut, pada Senin (27/3), agensi yang menaungi grup yang debut pada 2013 itu, Big Hit Entertainment, mengaku telah meminta pengetatan keamanan di area konser.

"Kami percaya itu adalah sebuah lelucon dari anti-fan, namun kami tengah melakukan langkah untuk meyakinkan. Kami bekerja dengan staf lokal dan kepolisian untuk memperketat keamanan," ujar perwakilan Big Hit Entertainment.


BTS kini tengah menggelar tur konser di kawasan Amerika Utara. Grup yang terdiri dari Rap Monster, Suga, Jimin, Jongkook, J-Hope, Jin, dan V itu akan menyelenggarakan pertunjukan di Anaheim, California pada 1-2 April mendatang.

"Kami tahu mengenai unggahan kontroversial di sosial media tersebut. Kami akan bekerja untuk meningkatkan keamanan di sekitar area konser," kata staf The Honda Center selaku pengelola area konser.

Para ARMY--julukan fan BTS--pun gusar dan marah atas kemunculan unggahan tersebut. Meski banyak dari mereka yang telah membagikan sentimen Big Hit Entertainment dan percaya bahwa unggahan itu hanya lelucon, pada kenyataannya, sebagian besar dari mereka juga masih khawatir soal konten tersebut dan meminta dilakukan langkah tepat demi keselamatan ketujuh personel BTS dan seluruh penggemar dalam konser.