Heruwa justru membuat musik elektroniknya dengan suara yang berasal dari alam. Perpaduan suara alam menjadi sebuah lagu itu diberi judul Senyawa Alam.
Musisi kelahiran 1980 ini tak merancang musiknya dari dalam studio, melainkan turun langsung ke alam. Dia memindahkan studio yang ada di kamarnya ke luar ruangan dan berinteraksi langsung dengan alam semesta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, suara yang ada dalam Senyawa Alam bukan hasil olahan komputer. Alih-alih, suara tersebut disediakan gratis oleh alam di Yogyakarta.
Suara itu misalnya perpaduan antara gaung benturan batu vulkanik di Gunung Merapi, pengamen angklung di Tugu Yogyakarta, dan olahan perkusi dari cadik perahu di laut selatan.
"Saya ditantang untuk menjadi 'pesulap' di proyek ini. Saya merekam apa saja yang saya jumpai di jalan bersama Erix Soekamti. Misal, suara mangkok penjual bubur yang akhirnya jadi 'gamelan.' Ya, apa saja dan tanpa direncana," kata Heruwa dalam pernyataan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (29/3).
Senyawa Alam rencananya akan dirilis oleh DogyyHouse Records dan bisa dibeli di toko musik digital mulai 3 April mendatang.