Indonesia dan Malaysia mengajukan pantun sebagai nominasi multinasional ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda atau Intangible Cultural Heritage Badan PBB untuk pendidikan dan kebudayaan, UNESCO. Pantun bakal dimasukkan dalam Representative List of Humanity.
Dua negara bertetangga ini sudah melakukan penandatanganan dossier atau dokumen data penominasian di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, pada Kamis, (30/3).
Lihat juga:Bob Dylan Memutuskan Menerima Hadiah Nobel |
"Karena memiliki warisan budaya yang sama, kerja sama Indonesia dan Malaysia ini bisa memberi inspirasi," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid saat acara penandatanganan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hilmar menjelaskan pada Februari kemarin Indonesia menginisiasi pantun sebagai nominasi multinasional dengan empat negara lainnya yakni Malaysia, Thailand, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Namun, pada akhirnya hanya Malaysia yang menunjukkan kesiapan untuk mengajukan pantun secara bersama. Pemerintah Malaysia pun mengaku menyambut baik ajakan Indonesia.
Pemerintah Indonesia melalui Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid (ke-lima dari kiri) dan Pemerintah Malaysia melalui Director General of Department National Heritage Malaysia Zainah Ibrahim (ke-lima dari kanan) sepakat mengajukan pantun sebagai warisan kebudayaan multinasional. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman) |
"Kami menyambut baik pengajuan warisan budaya ini. Dari Februari dengan proses yang sangat singkat kami mengumpulkan berbagai data dengan 'mati-matian'," kata Director General of Department National Heritage Malaysia Zainah Ibrahim.
Lihat juga:Ketika Seni Jalanan Mempercantik Hong Kong |
Di Indonesia, kata Lien, uji publik digelar dua kali: yang pertama di Riau dan Kepulauan Riau serta yang kedua di Jakarta.
Berkas dan data penominasian itu akan segera diserahkan ke UNESCO Jumar (31/3), yang merupakan batas akhir pendaftatan nominasi warisan dunia. Semua berkas itu akan diperiksa oleh UNESCO sebelum akhirnya ditetapkan pada 2018.
Menurut Lien, pengajuan bersama ini dilakukan karena bila dilakukan sendiri hanya diperbolehkan dua tahun sekali. Lien juga mengatakan UNESCO lebih senang dengan pengajuan antarnegara.
"UNESCO lebih suka dengan multinasional yang antar bangsa karena melihat kehidupan dan kedamaian yang baik antar manusia semua. Lebih cepat prosesnya dan bisa setiap tahun," tutur Lien.
Indonesia sudah memiliki tujuh warisan yang diakui UNESCO yakni wayang, batik, keris, angklung, noken, Tari Saman, dan Tari Bali. Selain pantun, Indonesia juga tengah mengajukan kapal Pinisi untuk tahun ini dan pencak silat untuk 2019.
Pemerintah Indonesia melalui Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid (ke-lima dari kiri) dan Pemerintah Malaysia melalui Director General of Department National Heritage Malaysia Zainah Ibrahim (ke-lima dari kanan) sepakat mengajukan pantun sebagai warisan kebudayaan multinasional. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)