Namun yang pasti, itu akan dilaksanakan di kota kelahiran Nani di Cirebon, Jawa Barat.
Ajip dan Nani sudah saling mengenal sejak lama. Sang sastrawan merupakan kawan baik mantan suami Nani, sutradara Misbach Yusa Biran. Dahulu mereka saling mengunjungi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pasar Senen, Rumah Besar Sitor Situmorang |
Apalagi, mereka sama-sama orang Sunda. Kalau Nani berasal dari Cirebon, kampung halaman Ajip di Majalengka. Alasan itulah yang membuat Ajip memutuskan meminang Nani.
Ajip kini sudah berusia 79 tahun. Nani sendiri lebih muda, tahun ini 73 tahun. Tapi mereka sama-sama membutuhkan teman hidup di masa tua. Ajip pun mengemukakan ide menikah.
Tidak ada tujuan lain saat membina rumah tangga nanti. Toh, keduanya sudah sama-sama tak bisa punya anak karena usia. Kata Ajip, ia hanya akan banyak menghabiskan waktu bersama.
Ia bahkan merencanakan liburan bersama. Tapi Ajip enggan bercerita lebih lanjut soal itu.
"Nanti saja setelah menikah dipikirkan," ujar Ajip.
Cerita pendek pertamanya diterbitkan di Indonesia Raya. Saat itu ia masih 12 tahun. Ketika menginjak usia 15 tahun, beberapa karyanya pun diterbitkan dengan bayaran Rp25-Rp125.
Ajip pun makin menggebu menulis. Ia bahkan sudah berani menerbitkan kumpulan cerita pendek saat usianya 17 tahun. Judulnya Tahun-tahun Kematian. Ia lalu memutuskan keluar sekolah. Tujuannya, agar bisa fokus menulis. Semangat itu membawanya pada kesuksesan.
Ajip menegaskan, tidak akan ada kaitan pernikahan keduanyanya dengan produktivitas. Ia tetap akan menulis, sebagaimana Nani akan terus tampil di depan kamera untuk berakting.