Dalam tayangan itu, melansir Soompi, Min Ho menceritakan betapa keras kehidupan di wilayah DMZ. Ia menjelaskan, "Pada awalnya yang hinggap di pikiran saya adalah, 'Mengapa saya setuju untuk melakukan [proyek dokumenter] ini?'"
Ia melanjutkan, "Saya pikir saya akan bisa menemukan sesuatu yang baru di DMZ, tapi ternyata saya malah menemukan apa yang ada di pikiran saya."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat yang lain, ia berjalan naik dan turun di jalanan pegunungan yang curam yang ternyata jaraknya menukik sepanjang 1 kilometer.
"DMZ adalah tempat syuting terburuk di Korea. Saya pikir saya telah menaiki cukup banyak pegunungan pada tahun lalu," katanya.
Pada awal proyek dokumenter itu, Min Ho terlihat bersemangat. "Selama lima menit, saya berlarian ke sana-sini karena segalanya terasa baru. Namun setelah cukup mengetahui tempatnya, itu terasa lelah."
Menunjukkan rasa penasarannya, ia mencari tahu soal predator terbesar di DMZ, babi jantan, memeriksa bangkai seekor rusa besar, dan menyentuh seekor ular.
Di akhir dokumenter tersebut, ia mengungkapkan pemahaman yang didapatkan melalui pengalamannya selama di DMZ.
"Ada sebuah tempat seperti ini yang letaknya hanya beberapa jam dari Seoul. Meski saya orang Korea, saya [sebelumnya] tidak tahu banyak soal tempat ini. Kita sekarang masih berperang," ujarnya.