Melansir AFP, setelah kematian pendonor pertamanya, Lorenzo de Medici pada 1492, Michaelangelo hidup selama satu tahun bersama komunitas biara Augustine yang tinggal di gereja tersebut.
Michaelangelo hidup bersama biarawan gereja tersebut untuk mempelajari anatomi tubuh manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pahatan tersebut menggambarkan sosok Yesus Kristus yang tengah disalib.
Karya dari 1493 tersebut dianggap hilang selama puluhan tahun sebelum akhirnya ditemukan kembali pada 1960 di koridor biara dan dalam kondisi yang amat parah sehingga nyaris tidak dapat dikenali.
Pahatan tersebut kemudian direstorasi dan sempat dibawa berkeliling Italia sebelum akhirnya ditempatkan di 'kampung' asalnya, Gereja Santo Spirito.
Salib tersebut ditempatkan di sebuah sudut yang memungkinkan pengunjung dapat mengamati lebih dekat dari seluruh sudut.
"Distrik Santo Spirito, dengan basilika yang luar biasa, adalah tempat yang perlu dilindungi dan dibawa ke kehidupan," kata Simonetta Brandolini d'Adda, presiden the Friends of Florence yang membantu dalam pekerjaan restorasi tersebut.
Gereja Santo Spirito merupakan salah satu bangunan bersejarah umat manusia sebagai saksi kebangkitan arsitektur dan seni era Renaisans.
Gereja ini dibangun pada 1481-1487 dan dirancang oleh Filippo Brunelleschi, Antonio Manetti, Giovanni da Gaiole, Salvi d'Andrea.
Selain salib, setidaknya ada 38 karya seni peninggalan abad ke-15 dan 16 yang tersebar di gereja tersebut.