Bagaimana tidak, rencananya pesta itu diselenggarakan di pos pendakian di Gunung Everest. Itu akan menjadi pesta pertama yang digelar di ketinggian 5.380 meter.
Oakenfold baru saja mencapai pos perpondokan itu bersama para pendaki lainnya. Ini memang merupakan musim mendaki di Everest, Nepal. Para pendaki tengah mempersiapkan diri mencapai puncak tertinggi dunia dari pos itu, termasuk sang DJ dan perlengkapan musiknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia tiga kali dinominasikan memenangi Grammy Awards. Usia kariernya sudah mencapai tiga dekade. Selama itu, ia pernah berkolaborasi dengan penyanyi seperti Madonna dan U2.
Ia mengakui, dirinya tidak punya pengalaman mendaki sebelumnya. Mendadak ia terlibat dalam 10 hari pendakian Everest bersama tim dan porter yang disewa untuk membawa peralatan audio yang dibutuhkan. Ia hanya sempat empat bulan berlatih fisik sebelum mencapai Nepal.
Karena panggung pesta yang tidak biasa, Oakenfold menerangkan nantinya penikmat musiknya—yang biasa mencapai ribuan—akan lebih banyak duduk. “Udara sangat tipis di sini, Anda akan cepat kehabisan napas,” kata seorang DJ asal Nepal yang menemani Oakenfold, Ranzen Jha.
Pentas itu tak sekadar mencari sensasi. Oakenfold sekaligus mengajak penikmat musiknya untuk peduli pada pemanasan global dan menggalang dana untuk amal. Ia ingin membantu masyarakat Nepal yang selamat dari gempa bumi 2015, yang menewaskan hampir 9 ribu orang.
Ribuan korban bencana itu masih tak punya rumah dan harus berpindah penampungan.
Sayangnya, rencana itu tidak bersih dari kontroversi. Ada saja sebagian kelompok yang protes karena menganggap Oakenfold mengganggu kedamaian dan ketenangan suasana Himalaya.