Ardian yang mengawali karier pada 2007, sudah dikenal oleh perusahaan komik internasional seperti Marvel dan DC. Ia pernah menggambar untuk dua perusahaan besar asal Amerika itu.
Tapi sejak ‘insiatifnya’ memasukkan ‘QS 5:51’ dan ‘212’ yang merupakan simbol dari Al-Maidah ayat 51 serta aksi demo 212, namanya ‘tercoreng.’ Ia bahkan mengaku kariernya berakhir, melalui unggahannya di akun Facebook pada Senin (10/4) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Facebook]
“Selamat tinggal, semoga Tuhan memberkati kalian. Saya menyayangi kalian semua,” katanya.
Marvel langsung bereaksi setelah forum Reddit heboh dengan adanya simbol ‘QS 5:51’ dan ‘212’ di komik X-Men Gold #1. Mereka menarik komik itu dari peredaran. Saat heboh akhir pekan lalu, Marvel belum menentukan tindakan apa yang akan mereka jatuhkan pada Ardian.
Ardian pernah menggambar Batman/Superman untuk DC. Ia juga penciller di balik Nightcrawler dan Captain Britain, selama tiga bulan di Marvel. Karya lain termasuk Justice League of America, Batman Blackest Night, Batgirl, Aquaman, dan Green Lantern Corps.
Ia mengawali karier di dunia internasional dengan bergabung ke Dabelbrothers Publishing, yang menghasilkan komik The Dresden Files. Dari situ, tawaran pun lantas berdatangan.
Meski begitu, Ardian tetap mengutakan 'kearifan lokal.' Ia kerap menyisipkan budaya Indonesia di komiknya. Saat menggambar Batman beberapa tahun lalu, ia dipuji habis-habisan karena menyisipkan hal mengenai Jokowi.