logo CNN Indonesia

Music at Newsroom

Elephant Kind, dari Proyek Skripsi hingga Konsep Patah Hati

, CNN Indonesia
Elephant Kind, dari Proyek Skripsi hingga Konsep Patah Hati
Jakarta, CNN Indonesia -- Berawal dari proyek skripsi untuk lulus kuliah, band indie Elephant Kind akhirnya tercipta. ‘Patah hati’ dipilih sebagai konsep band yang digawangi oleh Bam Mastro sebagai vokalis merangkap pemain gitar.

Ketika menempuh pendidikan musik di Western Australian Academy of Performing Arts (WAAPA), Bam membuat sebuah proyek musik untuk tugas akhirnya. Band yang dibentuknya itulah yang dinamakan Elephant Kind.

Elephant Kind ternyata tak hanya seumur jagung. Ia panjang umur, bahkan terus berlanjut sampai saat Bam harus kembali ke Indonesia karena visanya di Negeri Kangguru telah habis.

Di Jakarta, Bam mewujudkan Elephant Kind dengan Bayu Adisapoetra, John 'Choky' Patton dan Dewa Pratama. Kini, mereka tinggal bertiga karena Choky memilih berkarier dengan band asalnya, Kelompok Penerbang Roket (KPR).
Di Elephant Kind, Bayu memegang drum dan Dewa pada synthesizer.

Nama Elephant Kind, menurut Bam, terinspirasi dari sebuah kicauan di Twitter.

"An elephant can die from a broken heart,” demikian bunyinya. Selain itu, ia juga mengaku kagum akan kekuatan binatang bergading yang masih sanggup berdiri meski telah mati itu.

Dari filosofi itu, Elephant Kind mengembangkan musiknya bagi mereka yang patah hati. Musik Elephant Kind seolah jadi penghibur bagi mereka yang tersakiti, tak hanya oleh cinta tapi juga yang hal lain.

Musik penghibur itu datang dari campuran instrumen lintas genre yang membentuk musik pop yang visioner. Ragam genre yang bergabung dalam pop itu tercipta berkat para personel punya ketertarikan musik yang berbeda.
Bam gemar rap dan hip hop, Bayu memilih aliran punk, sementara Dewa dengan EDM.

Mereka terpengaruh karya-karya musisi dunia yang juga dari bermacam genre seperti Michael Jackson, Queen, Bon Iver, Kanye West, Sigur Ros, David Bowie, Arcade Fire, hingga Kings of Leon.

Musik Elephant Kind itu bisa didengar secara utuh dalam album debut mereka yang rilis September, tahun lalu. Dalam album berisi 12 lagu itu, terdengar lirik dan musik yang emosional.

Album bertajuk City-J itu berangkat dari pengalaman dan kehidupan mereka di Jakarta. Kota yang kemudian dijuluki City-J.

Demi mewujudkan pop yang visioner, Elephant Kind menyesuaikan lirik dan musik itu dengan masyarakat modern dan kehidupan yang komersial. Untuk mengejar target pendengar tersebut, Elephant Kind menggunakan bahasa Inggris untuk semua lirik lagu mereka.
Album itu juga ikut ditangani seorang ahli musik asal Australia, Lee Buddle. Dia pernah menggarap musik untuk penyanyi dunia seperti Kelly Clarkson dan Justin Bieber.

Buddle merupakan guru Bam di Western Australian Academy of Performing Arts.

Sebagai band indie, Elephant Kind juga memasarkan karya mereka sendiri melalui situsnya. Sebelum album debut, Elephant Kind sempat merilis dua album mini yang disertai film pendek. Kedua album mini itu adalah Scenarios: A Short Film by Elephant Kind (2014) dan Promenades: A Short Film by Elephant Kind (2015).

Musik-musik itu bisa didengarkan di Music at Newsroom CNNIndonesia.com pada Rabu (26/4) pukul 14.00-15.00 WIB hanya di www.cnnindonesia.com.

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video