Kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon Dye menceritakan pengalamannya.
"Sangat indah, semuanya menikmatinya. Saya berharap punya banyak waktu di sana dan bisa mengunjunginya kembali, Asia sangat menakjubkan. Saya pikir mudah untuk beradaptasi di sana dan hanyut dalam suasana," kata dalam wawancara khusus pada Kamis (13/4) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya senang berkomunikasi dengan mereka, sangat menyenangkan. Saya pun belajar banyak dari perjalanan ini, bahwa tidak peduli bagaimana bentuk seseorang, asalnya, Anda bisa menemukan pertemanan yang baik, pada siapa pun yang Anda temui,” tutur Dye bercerita.
Soal itu, Dye mengaku tak mendapat banyak kesulitan. Empat pria lainnya lebih tua dan terkenal darinya, tapi mereka memperlakukannya seperti cucu sendiri. Ia merasa ‘nyambung.’
[Gambas:Youtube]
“Awalnya saya merasa sendiri, mereka tidak kenal saya. Ini aneh, tapi kini kami bersahabat. Mereka orang yang sangat baik dan telah menganggap saya seperti cucu. Sangat menyenangkan dan bersemangat melakukan ini dengan mereka. Mereka semua sulit untuk diam.”
Better Late Than Never telah tayang perdana Rabu, 12 April 2017 kemarin di Sony Channel.