Panggung teater baru itu diumumkan oleh Menteri Budaya, Komunitas dan Pemuda Singapura, Grace Fu pada Senin (17/4) kemarin di acara M1-The Straits Times Life Theatre Awards.
Rencananya, gedung dengan kapasitas 550 orang yang terletak di Esplanade itu selesai 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi semakin tahun, pementasan seni di Negeri Singa semakin menjamur. Menurut data Cultural Statistics 2016, sepanjang 2015 saja ada sekira 23 pentas seni per harinya.
Direktur Artistik T.H.E. Dance Company, Kuik Swee Boon berpendapat, selama ini ‘pasokan’ pentas di masa-masa ramai masih belum bisa memenuhi permintaan pencinta seni Singapura.
Panggung teater berkapasitas menengah memang lebih banyak dicari. Bukan hanya efektif untuk pementasan yang skalanya tak terlalu besar, penonton juga lebih nyaman. Biasanya itu banyak digunakan oleh komunitas seni atau pementasan dari sekolah-sekolah seni di sana.
“Panggung yang lebih besar berarti lebih banyak biaya, yang artinya lagi harga tiketnya lebih tinggi. Checkpoint Theatre membebani penontonnya S$45 untuk Normal. Jika saya membebankan harga yang sama, orang tidak mau datang,” kata Direktur Artistik Bhumi Collective, grup penampil seni multi-disiplin, Mohamad Shaifulbahri. Tiketnya S$35.