“Ini film masa kecil saya yang ketika saya menontonnya membuat saya ingin menjadi filmmaker. Kenikmatan menonton itu ada waktu saya menonton film ini. Saya ingin memberikan efek yang sama kepada penonton," kata Joko dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/4).
Sejak 10 tahun lalu ia sudah berniat menggarapnya kembali. Namun, saat itu ia belum diberi izin oleh sang pemilik film. Baru tahun ini mimpi Joko menggarapnya akhirnya terwujud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia sudah memikirkan itu sejak lama. Menggali karakter pemainnya saja butuh dua bulan. Joko juga sudah memikirkan efek untuk membuat penonton takut dengan hantu-hantu di film itu. Alih-alih menggunakan komputer, ia menyiapkan practical effect yang lebih ‘organik.’
Pengabdi Setan diketahui berkisah tentang sebuah keluarga yang ibunya sudah sakit keras sejak lama. Film itu juga akan menanpilkan unsur agama yang mampu menumpas kesetanan. Dahulu, film itu disutradarai Sisworo Gautama Putra. Dibintangi HIM Damsyik, film itu dikenal sampai dunia.
Pengabdi Setan versi Joko Anwar akan mulai syuting Senin (24/4) di Pengalengan, Bandung, Jawa Barat.
Joko mengaku tertantang untuk membuat film itu agar bisa menyamai kesuksesan Danur yang mampu mencetak rekor sebagai film horor terlaris di Indonesia. "Orang kan sudah lama menunggu film horor yang baik, Danur sudah memberikan itu. Nah sekarang banyak pencinta horor yang menunggu film yang juga berkualitas," tutur Joko dengan antusias.