Guardians of the Galaxy mampu mengantongi US$775 juta atau Rp10 triliun dari global.
Tapi akhir film itu bisa dibilang mengharukan. Groot (Vin Diesel) mengorbankan diri demi teman-temannya. Tapi kini, di Guardians of the Galaxy Vol. 2 ia muncul kembali sebagai karakter yang benar-benar baru. Baby Groot. Ingatannya sebagai Groot dewasa menghilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sering dibentak Rocket (Bradley Cooper) dan dimarahi Drax (Dave Bautista), Baby Groot lah yang menjadi pemersatu sekelompok penjaga galaksi itu—meski tak punya kekuatan super. Ia yang paling banyak menuai tawa dan menarik simpati. Penampilannya ditunggu.
Tidak seperti kisah pahlawan super lain yang mengedepankan aksi, film ini juga punya pesan penting soal keluarga. Kini Peter Quill dkk bukan lagi sekelompok pahlawan yang asing satu sama lain, seperti di film pertama. Mereka kini disatukan sebagai keluarga sungguhan.
[Gambas:Youtube]
Menariknya, bersama keluarga kecil baru itu Peter Quill alias Star Lord harus menghadapi keluarga aslinya yang tersisa. Ia bertemu dengan sang ayah, Ego (Kurt Russell), yang ternyata punya niat menguasai dunia. Haruskah Peter Quill kembali menyelamatkan galaksi bersama keluarga barunya, atau mempertahankan hubungan darah yang telah lama menghilang?
Dengan mengusung ‘jiwa’ keluarga, Gunn sebagai sutradara mengeksplor lebih banyak soal hubungan masing-masing karakter. Rocket, yang selalu menjadi sahabat Groot di film pertama, kini sering kesal pada Baby Groot karena kepolosannya yang kadang keterlaluan.
Tapi Baby Groot membuat Gamora (Zoe Saldana) memunculkan sisi keibuannya. Sementara di saat yang sama ia juga tertantang memperbaiki hubungannya dengan sang saudari, Nebula. Gunn juga mengeksplorasi hubungan ‘si hijau’ dengan Peter Quill, yang patut disimak.
Drax yang awalnya merupakan ‘pembenci,’ kali ini ditampilkan sebagai pemecah suasana dengan lawakannya yang segar. Rocket, masih setia dengan umpatan kasar yang terkadang lucu. Ia masih sering marah-marah dan berdebat dengan Peter Quill soal hal sepele.
Seperti biasa, yang juga tak bisa dilupakan dari Guardians of the Galaxy adalah iringan musiknya. Musik lawas bertemakan disko khas ’80-an membuat pertarungan lebih energik. Musik itu disatukan dalam Awesome Mixtape #2, yang dibuat sendiri oleh Gunn.
Diketahui, seperti film pertama, sang sutradara sengaja menuliskan seluruh lagu dalam mix tape itu ke dalam naskah supaya setiap musiknya melekat pada adegan di mana ia diputar.
Bukan hanya musik dan adegan yang menarik, Gunn juga menghadirkan dialog-dialog cerdas serta humoris sesuai ciri khasnya. Di dalam dialog itu, ia menyisipkan pesan penting tentang arti keluarga. Alhasil, film ini menggugah hati lewat ceritanya yang menyentuh.
Guardians of the Galaxy Vol. 2 bisa ditonton di Indonesia mulai hari ini, Rabu (26/4). Akankah ia menyaingi kesuksesan film pertamanya?