Penampilan Jeruji malam itu menjadi puncak acara yang ditunggu. Bukan pembuka yang sering dilewatkan. Penggemar, yang bukan hanya warga Indonesia tetapi juga banyak wajah asing, bergoyang heboh di tengah lagu-lagu dari album Stay True yang dirilis Jeruji tahun lalu.
Wina hanya salah satu kota yang dikunjungi Jeruji. Seperti diberitakan Antara, salah satu band dengan basis penggemar terbesar di Indonesia itu melakukan tur ke 21 kota di enam negara di Eropa, sejak Sabtu (8/4) hingga Minggu (30/4) mendatang. Kedatangan mereka disambut meriah oleh kelompok pencinta musik hardcore di setiap negara yang dikunjungi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cita rasa musik mereka terbilang tinggi. Jika masyarakat setempat bisa menghargai musik Jeruji, artinya kualitas band itu tak perlu diragukan lagi. Febrian menuturkan, musik hardcore itu seperti jazz. Tidak banyak yang bisa menikmati, tapi sejatinya universal.
Jeruji juga sebenarnya terkejut melihat betapa banyak penggemar mereka di negara lain. Bukan sekadar bergoyang, mereka telah mengenal baik musik Jeruji. Rupanya, itu diketahui dari kanal YouTube dan media sosial Jeruji yang memang aktif. Setelah kunjungan ke enam negara di Eropa, kata Vincent, penggemar mereka di media sosial lantas bertambah.
Belajar dari pengalaman itu, Vincent berharap pemerintah terus mendukung dan mempromosikan musik underground dalam negeri agar lebih bisa berteriak dan didengar di negara orang.
Lihat juga:Dylan dan Kesukaan akan Musik Eksperimental |