Diberitakan Independent, Moore baru saja mengajukan nama Dwayne ‘The Rock’ Johnson sebagai calon presiden untuk 2020. Itu disampaikan Moore saat diwawancara oleh Variety soal siapa sosok yang cocok untuk dicalonkan sebagai Presiden AS dari Partai Demokrat 2020 mendatang.
Menurutnya, seharusnya bintang televisi yang terkenal lah yang dicalonkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dan saya selalu berkata pada mereka, ‘Sungguh? Karena di tempat saya hidup, orang-orang cinta Hollywood! Mereka suka film, mereka suka bintang film. Republik saja mencalonkan Reagan [Ronald Reagan], mencalonkan Schwarzenegger [Arnold Schwarzenegger],” katanya.
Reagan sendiri akhirnya menjadi presiden, sementara Schwarzenegger jadi gubernur.
“Calonkan The Rock, calonkan The Rock! Siapa yang Anda inginkan untuk memimpin? Saya sangat ingin Rock! Itu akan membuat takut orang-orang yang ingin menyakiti kita. Pikirkan tentang bagaimana amannya kita jika Rock jadi presiden. Bukan Vin Diesel! The Rock!”
Diesel dan Rock sama-sama punya badan besar berotot. Baru-baru ini mereka beradu akting di The Fate of the Furious atau Fast & Furious 8, menjadi sahabat yang lalu berkonflik. Meski begitu, pada akhirnya The Rock memahami keputusan Diesel membelot dan mereka bersatu lagi.
The Rock sendiri memang pernah berpikir ingin mencalonkan diri sebagai Presiden AS, tak lama setelah Trump terpilih dari Pilpres tahun lalu. Ia merasa sudah ‘tergembleng.’
Moore sempat terpikir nama lain, seperti Liam Neeson. “Tapi Liam Neeson tidak bisa dicalonkan karena Konstitusi kita berkata Anda harus lahir di sini. Jadi siapa Liam Neeson versi Amerika yang bisa kita calonkan? Karena tidak akan ada yang berani dengannya.”
Pernyataan Moore itu sekaligus sindiran terhadap Kongres, perpolitikan AS terutama Trump. Ia memang sudah lama anti-Trump. Pertunjukan terbarunya, The Terms of My Surrender yang akan tampil 12 pekan di Broadway saja merupakan pentas perlawanan satire terhadap Trump.