Jacobshagen merupakan pebisnis 34 tahun yang telah bersahabat dengan dengan MJ selama dua dekade terakhir.
Seperti diberitakan Independent, Jacobshagen mengaku MJ sempat mengatakan kepadanya akan kekhawatiran dibunuh.
Lihat juga:Kanye West Lenyap dari Media Sosial |
Jacobshagen mengatakan bahwa ketika ia sedang berada di Jerman, MJ menelponnya dan meninggalkan pesan yang masih terbayang dalam benak pengusaha itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MJ menelpon Jacobshagen dan meminta pengusaha itu terbang ke LA untuk menginap selama tiga hari. Dan saat pertemuan itu, Jacobshagen mengaku Jacko menulis 13 surat kepadanya.
Dari surat-surat tersebut, terdapat kalimat yang menyebut: "Mereka tengah mencoba untuk membunuh saya," dan "Saya takut akan hidup saya".
Namun tulisan dari Jacko tersebut tidak pernah menyebut secara jelas identitas dari 'mereka'. Namun, Jacko menyebut promotor konser AEG dalam surat berisi ketakutan sang penyanyi.
"AEG membuat banyak tekanan kepada saya. Saya takut akan hidup saya," tulis Jacko. AEG adalah promotor yang mengatur penampilan residensi Jackson di London.
Dugaan pembunuhan sempat menyeruak di tengah kematian Jackson pada 2009 lalu. Isu itu muncul di tengah berbagai kabar lainnya seperti bunuh diri, hingga overdosis.
Namun pihak kepolisian menyatakan bahwa kematian pelantun Thriller tersebut adalah karena overdosis dari obat penenang jenis propofol.
Dan dokter pribadi Jackson, Conrad Murray, mendapatkan hukuman dua tahun penjara setelah dinyatakan melakukan pembunuhan tanpa sengaja akibat obat tersebut.
Sedangkan baru-baru ini, Paris, putri MJ mengaku bahwa ayahnya telah dibunuh dan Jacobshagen mengatakan dia ada untuk mendukung Paris.
[Gambas:Instagram]