Diberitakan Hollywood Reporter, 'bocoran' dari Clinton tersebut akan diberi judul The President Is Missing dan rilis pada Juni 2018 mendatang.
Novel tersebut akan membicarakan sosok presiden AS sebagai pusat cerita dan mengandung campuran intrik, ketegangan, serta drama global di balik kekuasaan tertinggi negara adidaya tersebut.
"Bekerja dalam sebuah buku tentang kedudukan Presiden, menggambarkan apa yang saya tahu tentang posisi itu, kehidupan di Gedung Putih, dan cara Washinton bekerja, adalah sangat menyenangkan," kata Clinton dalam pernyataannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kombinasi yang langka, pembaca akan tertarik dengan ketegangan, tentu saja, namun mereka akan juga diberikan sebuah pandangan dari dalam bagaimana rasanya menjadi seroang presiden," lanjutnya.
Keduanya juga berencana berkeliling Amerika Serikat dan melakukan serangkaian wawancara guna mempromosikan buku tersebut.
Lihat juga:Buku Ivanka Trump Hujan Hujatan |
Sejumlah editor dan publisis mengatakan bahwa buku keduanya berpeluang 'meledak' di pasaran. Pihak penerbit menjanjikan bahwa buku ini dapat memuaskan keingintahuan dari jutaan pembaca di seluruh dunia.