Fosil Manusia Jadi Fondasi Bangunan Ditemukan di Korea

Endro Priherdityo , CNN Indonesia | Rabu, 17/05/2017 05:02 WIB
Fosil Manusia Jadi Fondasi Bangunan Ditemukan di Korea Ilustrasi: Dua kerangka ditemukan tim arkeolog Korea Selatan di bawah dinding Istana Wolseong. Kerangka manusia ini diduga menjadi fondasi 'hidup' dari istana tersebut. (AFP PHOTO / APA / GEORG HOCHMUTH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim ahli arkeologi Korea Selatan menemukan bukti bahwa manusia bersedia berkorban menjadi fondasi sebuah bangunan demi raja. Temuan tersebut menjadi bukti kisah legenda tentang kesetiaan rakyat bukan isapan jempol belaka.

Diberitakan AFP, tim arkeologi dari Badan Warisan Budaya Korea Selatan menemukan dua kerangka yang berasal dari abad ke-lima Masehi di bawah dinding Banwolseong atau Wolseong Palace.

Banwolseong atau Wolseong Palace merupakan tempat kediaman keluarga Kerajaan Silla di Gyeongju, Korea Selatan. Kerajaan Silla berdiri sejak 57 Sebelum Masehi hingga tahun 935 Masehi.

"Temuan ini merupakan bukti arkeologi pertama dari kisah rakyat yang mengisahkan manusia dikorbankan menjadi fondasi bangunan, bendungan, atau dinding, adalah kisah nyata," kata Choi Moon-Jung, juru bicara the Gyeongju National Research Institute of Cultural Heritage.

Penguburan manusia hidup-hidup dengan jenazah raja sebagai tanda pengabdian dan pelayanan telah lama dikenal dalam budaya Korea.

Namun bagaimana korban Wolseoung menjemput kematiannya masih belum jelas. Penelitian lebih lanjut tengah dilakukan, namun dugaan sementara menyebut bahwa mereka tidak dikubur hidup-hidup.

"Menilai dari fakta bahwa tidak ada tanda perlawanan ketika mereka dikuburkan, mereka pastilah dikubur ketika sudah tidak sadar atau meninggal," kata peneliti senior Park Yoon-Jung.

"Kisah masyarakat menunjukkan manusia dikorbankan untuk menenangkan para dewa dan memohon kepada Mereka untuk menjaga struktur bangunan berdiri lebih lama,"

Kedua kerangka tersebut ditemukan berdampingan di bawah sudut Barat dari dinding Batu dan Bumi Wolseong Palace. Salah satu kerangka menghadap ke langit. Dan kerangka lainnya memutar wajah dan tangan ke kerangka yang lain.

Kerajaan Silla merupakan satu dari tiga kerajaan yang muncul di Semenanjung Korea pada milenium pertama. Kerajaan ini menaklukkan dua lainnya untuk menjadi satu kerajaan, namun kemudian bubar pada 935 Masehi.

Artefak tersebut berasal dari sejumlah harta karun Korea berharga lainnya dan situs sejarah Gyeongju adalah atraksi wisata yang terkenal.

Uji DNA dan lainnya tengah dilakukan untuk memastikan karakteristik kerangka tersebut, baik fisik, kesehatan, pola makan, dan genetika lainnya.

Temuan lainnya berupa potongan prasasti kayu dan patung manusia serta hewan dari abad ke-enam, temasuk sejumlah pakaian seperti turban dan lainnya yang serupa dikenakan pada peradaban kuno Asia Tengah di Songdiana.