Tanggal 17 Mei ternyata dikenal sebagai International Day Against Homophobia, Transphobia and Biophobia atau juga dikenal sebagai IDAHO.
Gerakan ini dimulai pada 2005 silam oleh IDAHO Committee untuk mengampanyekan aksi di lapisan akar-rumput atau masyarakat di berbagai negara yang mendukung penghapusan homofobia. Homofobia kerap dialami kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender atau LGBT.
Lihat juga:Bersuara soal LGBT, Anggun Dituding Lesbian |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan WHO tersebut dilakukan guna mengakhiri rentetan sejarah kelam medis terkait homofobia selama lebih dari satu abad.
Pihak IDAHO Committee mengatakan bahwa untuk 2017, May17 menyoroti kasus genosida yang dialami oleh komunitas LGBT di Chechnya.
Diberitakan Independent, surat kabar Rusia Novaya Gazeta melaporkan bahwa pemerintah dari negara Muslim tersebut telah mengumpulkan lebih dari 100 orang yang dicurigai sebagai gay dan menyiksa mereka pada April lalu.
"Banyak tindakan tahun ini yang akan difokuskan pada situasi mengerikan di Chechnya tahun ini," tulis IDAHO Committee pada pernyataannya.
"Di seluruh dunia, demonstrasi diorganisir untuk mengecam kejadian tersebut dan memberikan tekanan kepada para pemimpin untuk mengakhiri kasus homofobia."
Lihat juga:Mengingat Duka dari Api Unggun Lag BaOmer |
"Analisis kami, sebanyak setidaknya 70 persen populasi dunia hidup dalam konteks kebebasan ekspresi terkait seksualitas dan gender mereka secara sistematis dilanggar," tulis IDAHO Committee.