Diberitakan Entertainment Weekly, CEO RCA Records Peter Edge mengatakan album tersebut akan memiliki nada yang lebih optimis dibandingkan masa transisi Malik ‘melepaskan diri’ dari One Direction.
“Album ini menunjukkan banyak pertumbuhan,” kata Edge. “Ini tentang bagaimana hebatnya menjadi anak muda dan mengetahui Anda masih memiliki waktu melakukan banyak hal yang Anda inginkan dalam hidup,”
Malik mengeluarkan album debut solo bertajuk Mind of Mine pada 2016 lalu dan ia baru saja merilis single terbaru tahun ini bertajuk Still Got Time yang berkolaborasi dengan PARTYNEXTDOOR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sementara kami sadar akan apa yang akan dilakukan orang lain, saya pikir kami berada dalam posisi yang benar dan yang perlu kami lakukan hanya tetap melanjutkan lalu merilis musiknya,”
Menurut Edge, kali ini Zayn hanya ingin melakukan apa yang ingin dia lakukan dengan musiknya. Dan kekasih Gigi Hadid itu menyadari bahwa ia dan mantan teman se-boybandnya memiliki jenis musik yang berbeda.
“Saya rasa ia jelas menginginkan banyak tentang dirinya dalam album baru nanti dan saya rasa itu yang ada pada album sebelumnya, bahkan mungkin ini memberikan banyak hal baru dari apa yang dipikirkan sebelumnya,” lanjutnya.
Di sisi lain, mantan teman Zayn Malik, Harry Styles tengah menikmati hasil kerja kerasnya membuat album debut solo. Mantan Taylor Swift itu tercatat berhasil menyusul Zayn dengan penjualan album tertinggi pasca era One Direction.
Diberitakan Reuters, album Harry Styles berhasil terjual 193 ribu kopi, 100 ribu lagu, dan didengar secara daring atau streaming sebesar 39 juta kali di pekan pertamanya.
Menurut penghitungan Nielsen SoundScan, secara keseluruhan, album debut Styles tersebut terjual sebanyak 230 ribu kopi.
[Gambas:Youtube]