Pesona Bali

'Bercinta' dengan The Six Strings dan Krakatau Reunion di BBF

Agniya Khoiri , CNN Indonesia | Minggu, 28/05/2017 08:21 WIB
'Bercinta' dengan The Six Strings dan Krakatau Reunion di BBF Bali Blues Festival 2017 yang digelar dua hari ditutup Sabtu (27/5) malam. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bali, CNN Indonesia -- Hari kedua Bali Blues Festival 2017 di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Sabtu (27/5) malam ditutup dengan dua grup musisi legendaris Indonesia, The Six Strings dan Krakatau Reunion.

Penampilan pemungkas itu diawali aksi The Six Strings, gabungan lima gitaris kenamaan Indonesia: Dewa Budjana, Baron, Tohpati, Baim, dan Eros 'So7.’ Grup yang pernah merilis album perdana I Got Your Back (2014) itu naik ke atas panggung tepat pukul 21.15 WITA.

Kelimanya berjejer unjuk gigi, memainkan instrumen musik. Baru setelah itu, mereka menyapa penonton BBF 2017 dengan memperkenalkan masing-masing personel.

"Selamat malam, kami dari The Six Strings. Selanjutnya, akan 'bercinta' dengan musik dan gitar Dewa Budjana," ucap Baim menyapa. Mereka lalu bergantian memainkan solo gitar.
Di sela-sela pergantian mereka, senda gurau pun dilontarkan antar gitaris yang bersahabat dekat ini.

"Baron tuh paling cerewet suruh kita bikin album solo, tapi dia sendiri enggak kelar-kelar," celoteh Baim.

"Kalau mau ngundang kita main Rp 150 juta ya," tambahnya.

"Kalau 20 gimana," sahut Eros.

"Ya, 25 lah bungkus," jawab Baim yang disambut gelak tawa penonton.
Suasana Bali Blues Festival di hari pertama. Suasana Bali Blues Festival di hari pertama.(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Reuni Band Krakatau

Setelah tampil satu persatu, The Six Strings kembali naik ke atas pentas secara utuh untuk menutup aksi mereka dengan memainkan instrumen lagu Bendera milik band Cokelat.

Sayangnya, sebelum lagu itu berakhir hujan deras turun seketika. Penonton pun berhamburan mencari tempat berteduh. Kendati demikian, pihak penyelenggara memastikan pesta belum usai, penampil utama Krakatau Reunion akan hadir menghibur, sembari menunggu hujan reda.

Krakatau Reunion merupakan nama baru dari grup band legendaris Krakatau yang sebelumnya vakum selama 26 tahun. Indra Lesmana, Trie Utami, Dwiki Dharmawan, Pra Budhi Dharma, Gilang Ramadhan, serta Donnie Suhendra bersatu kembali lewat perilisan album Chapter One.

Baru pada pukul 23.15 WITA, pemandu acara kembali dan mempersembahkan Krakatau Reunion yang sempat tertunda 45 menit, untuk naik ke atas pentas. Entakan suara Trie Utami mengiringi kehadiran mereka, langsung membuat penonton geger. Ia mendendangkan tembang Kemelut.
"Apa yang turun tadi merupakan anugerah, supaya tidak panas, supaya semua bisa menyaksikan, semuanya ingin menyaksikan Bali Blues Festival," sapa Trie yang kemudian melanjutkan aksi dengan lagu Seraut Wajah.

Krakatau Reunion memang masih membawakan tembang-tembang nostalgia andalan grup yang dibentuk sejak 1985 itu, namun mereka juga menyanyikan lagu-lagu barunya.

Lagu-lagu hit seperti La Samba Primadona, Kau Datang, dan Sekitar Kita, dilantunkan Trie. Ia lantas menutupnya dengan Gemilang.

"Mudah-mudahan ini bukan pertama dan terakhir kali, semoga kami masih ada lagi dan lagi, terimakasih Keluarga Krakatau," ucap wanita yang kerap disapa Iie itu.
Acara tahunan yang digelar sejak 2015 atas kerjasama Pregina Art and Showbiz dengan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) Nusa Dua ini telah berlangsung selama dua hari dengan menyuguhkan penampilan sejumlah musisi Blues lainnya, sejak Jumat (26/5) kemarin.

Di gelaran hari penutup, sebelum  Krakatau Reunion dan The Six Strings tampil, lainnya ada Crazy Horse, Sound of Mine bersama Rio Sidik, serta The Bodhi.

Di hari sebelumnya, acara ini turut dimeriahkan oleh aksi Gugun Blues Shelter, Balawan feat. Gilang Ramadhan yang mendapat kejutan dari penampilan Baron, kemudian Bali Guitar Club, Dialog Dini Hari, Ika & The Soulbrothers, Raw Earth (Singapore), serta Ronald Gang.

Acara ini pun diselenggarakan sebagai bentuk promosi pariwisata Indonesia, lewat gelaran festival musik.
"Bali Blues Festival merupakan salah satu atraksi di Pulau Peninsula untuk meningkatkan minat wisatawan ke Nusa Dua. Kami berharap ini dampaknya tidak hanya secara langsung dari mereka yang datang, tapi efek tidak langsung, setelahnya acara ini jadi lebih dikenal menjadi sebuah branding," ungkap Igde Pitana, Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, Jumat (26/5).

Berbeda dari dua tahun sebelumnya, gelaran yang tahun ini mengusung tema 'Blues is Making Friends,' dikembangkan dari semula hanya satu hari menjadi dua hari.