Giring berpandangan, hal itu menjadi salah satu tantangan ketika Ramadan tiba. Padahal, ia sebenarnya ingin lebih banyak menghabiskan momen tersebut bersama keluarga.
"Yang paling dirindukan itu buka puasa bareng keluarga, saking sibuknya orang Jakarta mungkin buka puasa bareng keluarga inti cuma awal dan akhir," katanya kepada CNNIndonesia.com saat ditemui beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, sebagai orangtua, Giring mengaku ingin mulai menanamkan hal-hal sederhana untuk anak-anaknya yang tengah belajar berpuasa pada Ramadan tahun ini.
"Saya bilang ke dia, 'Dan, kamu berpuasa itu sederhana bukan buat hadiah--karena saya enggak pernah mengiming-imingi kalau penuh dapat sepeda atau apa--kamu berpuasa karena kamu cinta sama Allah, sesederhana itu,'" katanya.
"Kalau kamu memang cinta, seperti ke orang tua, apapun akan kamu lakukan. Sama juga dengan ke Pencipta. Dia [Zidane] semangat setelah itu, sama trik kedua bilang enggak usah dipikirkan, sambil main gim saja atau menonton youtube," ujarnya.
"Kalau yang rutin itu harus ada kolak, saya suka kolak yang kental, pisang manis gede-gede, terus ubinya, tidak suka kolang-kaling," katanya sembari tertawa.
Mengenang masa muda, Giring mengaku kerap batal puasa sebelum waktu berbuka. Meski demikian, ia tidak ingat alasan pasti mengapa hal itu terjadi.
"Sering [batal puasa]. Saya tidak tahu batal karena apa, tidur melulu, ngantuk," katanya