Di sisi bagian utara kawasan keislaman seluas 11 hektar itu, ada bagian gedung tiga lantai dengan arsitektur senada dengan masjid raya JIC yang penuh corak segi delapan dan bernuansa putih, abu-abu, dan hijau.
Di gedung yang mirip seperti bangunan kampus dengan taman berkolam di bagian tengah itulah rencananya sejarah Islam akan tersimpan. Pengelola JIC menggagas gedung itu untuk menjadi Museum Sejarah Islam Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak juga peninggalan-peninggalan sejarah Islam di Jakarta, juga ulama-ulama yang berpengaruh ada di sini. Jadi kami mencoba menggambarkan perkembangan sejarahnya, sumbangsih Islam, dan yang penting edukasi dan corak Islam di Jakarta ini membawa pesan Islam yang santun, moderat, toleran, dan menerima perbedaan di Jakarta."
Museum Sejarah Islam Jakarta rencananya menempati gedung sosial budaya Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara. (CNN Indonesia / Endro Priherdityo) |
Dalam gedung itu, sementara ini, baru terisi sekolah Pendidikan Anak Usia Dini alias PAUD, dan perpustakaan JIC di lantai dasar.
Rencananya, museum itu akan menempati ruangan di lantai dua dan tiga, serta dua ruang auditorium audio-visual yang masing-masing mampu menampung ratusan orang.
Saat ini, yang sudah aktif baru perpustakaan dan auditorium untuk acar interaktif selama Ramadan, sisanya masih kosong-melompong.
"Inginnya, orang yang datang nanti bisa membaca referensi tentang perkembangan dan sejarah Islam, kemudian melihat diorama di ruang audio-visual," kata Hairullah. "Dan nanti pun akan ditampilkan berbagai dokumentasi digital serta film-film pendek yang bakal ditayangkan."
Ruang auditorium rencananya menjadi bagian dalam Museum Sejarah Islam Jakarta di JIC. (CNN Indonesia / Endro Priherdityo) |
Selayaknya museum, benda peninggalan sejarah atau artefak adalah salah satu daya tarik menambah khasanah pengetahuan. Selama ini, berbagai artefak perkembangan Islam di Indonesia banyak disimpan di Museum Istiqlal TMII dan sejumlah museum keislaman di berbagai daerah.
Nantinya, papar Hairullah, koleksi museum akan lebih banyak dalam bentuk diorama dan digital dengan teknik story telling alih-alih berbentuk pameran seperti museum pada umumnya.
Beberapa manuskrip kuno akan ada, namun dalam bentuk digital yang sebagian disumbang dari Leiden, Belanda. Banyak benda peninggalan sejarah Indonesia tersimpan dengan baik di Belanda, salah satunya di Leiden University.
Rencana pembangunan Museum Sejarah Islam Jakarta ini tampaknya memang bukan sekadar wacana. Sebelumnya, Yannick Lintz kepala departemen seni Islam Museum Louvre saat berkunjung ke Jakarta, Januari lalu, mengatakan hal senada terkait rencana Museum Islam Jakarta.
"Konsep Museum Sejarah Islam Jakarta ini berbeda bentuknya dari koleksi seni Islam Louvre. Selain itu, publiknya pun berbeda," kata Lintz.
"Selain menyertai koleksi dengan cerita narasi, saya mendorong adanya pemanfaatan teknologi baru atau digital yang menambah nilai dan mempermudah publik atau pengunjung memahami koleksi yang dipamerkan."
Masyarakat terbiasa berkunjung ke JIC menjelang buka puasa. (CNN Indonesia / Endro Priherdityo) |
Koleksi departemen seni Islam yang ada di Louvre dan dikelola oleh Lintz sendiri termasuk yang terbesar di dunia. Tercatat, ada ribuan koleksi seni Islam yang berasal dari Timur Tengah sejak awal Islam lahir di abad ke-tujuh hingga abad ke-19.
“Bagi kami, di Barat, Islam berarti Timur Tengah atau Arab,” ujarnya.
Namun, kemudian disadari bahwa Islam tidak hanya dari Arab, tapi juga ditemukan di Iran dan India. Asia Tenggara, kata dia, belum dianggap sebagai sumbernya.
Keberadaan Museum Sejarah Islam Jakarta memberikan asa adanya oase khazanah penyebaran dan perkembangan Islam di Indonesia, khususnya Jakarta, yang selama ini masih belum terdokumentasi dengan baik.
Selama ini, perkembangan terkait khasan Islam di Indonesia disimpan oleh Bayt Alquran dan Museum Istiqlal Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Dalam museum yang didirikan pada 20 April 1997 ini, terdapat banyak koleksi karya intelektual muslim dan ulama di Indonesia.
Pun, dalam museum tersebut tersimpan beragam koleksi musaf Alquran seperti mushaf istiqlal, Sunda dan Malaysia, serta Wonosobo yang berukuran raksasa.
Di Indonesia bukan hanya ada Museum Istiqlal, ada pula Museum Perkembangan Islam yang masih menjadi bagian dari Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang. Di museum ini, ada penjelasan bagaimana Islam masuk dan berkembang di Jawa Tengah.
Hairullah, kepala bidang sosial budaya JIC mengatakan Museum Sejarah Islam Jakarta ini akan jadi salah satu tujuan wisata religi di Jakarta. (CNN Indonesia / Endro Priherdityo) |
Museum of Islamic Art di Qatar adalah museum Islam pertama di Teluk Persia dan menyimpan banyak koleksi dari berbagai negara seperti Iran, Irak, Turki, Mesir, Asia Tengah, India, dan Spanyol. Konon, museum ini adalah kolektor peninggalan Islam kedua terbesar selain di Louvre.
Museum lainnya yang dikenal dunia sebagai bahan referensi perkembangan Islam adalah Museum Islamic Art di Malaysia yang berisi senjata, tekstil, perhiasan, logam, manuskrip Alquran, serta koleksi budaya dari Melayu, India, dan China.
Selain itu ada Islamic Museum of Australia yang memiliki koleksi lukisan, kaligrafi, arsitektur, dan keramik peninggalan Islam dari seluruh dunia, serta Aga Khan Museum di Kanada yang disebut sebagai museum Islam termegah di Amerika Utara.
Lihat juga:Nasyid Mengantar Snada Sampai ke Mekkah |
"Ke depannya, bila memang sudah berjalan, bisa saja museum ini kerja sama dengan museum lain misal menghadirkan kitab-kitab klasik dari negara lain," kata Hairullah.
"Selain itu kami ingin juga bekerja sama dengan universitas di Indonesia. Karena saat ini kami masih dalam tahap penyusunan, desain dan maket masih dibahas, asal sabar semoga hasilnya nanti baik," katanya.
Museum Sejarah Islam Jakarta menjanjikan perkembangan Islam di ibu kota yang santun, toleran, dan menerima perbedaan. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo) |
Museum Sejarah Islam Jakarta rencananya menempati gedung sosial budaya Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara. (CNN Indonesia / Endro Priherdityo)
Ruang auditorium rencananya menjadi bagian dalam Museum Sejarah Islam Jakarta di JIC. (CNN Indonesia / Endro Priherdityo)
Masyarakat terbiasa berkunjung ke JIC menjelang buka puasa. (CNN Indonesia / Endro Priherdityo)
Hairullah, kepala bidang sosial budaya JIC mengatakan Museum Sejarah Islam Jakarta ini akan jadi salah satu tujuan wisata religi di Jakarta. (CNN Indonesia / Endro Priherdityo)
Museum Sejarah Islam Jakarta menjanjikan perkembangan Islam di ibu kota yang santun, toleran, dan menerima perbedaan. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)