Sutradara Hanung Bramantyo telah menggarap lebih dari lima film yang berlatar religi Islam, mulai dari Ayat-Ayat Cinta, Perempuan Berkalung Sorban, Sang Pencerah, Hijab, hingga Surga yang Tak Dirindukan 2.
Hanung menjelaskan, tujuan pembuatan film bernuansa Islam itu tak luput dari berdakwah. Dia mengaku ingin menyebarkan informasi kepada masyarakat tentang agama Islam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar pesan itu tersampaikan dengan baik, menurut Hanung, pembuat film harus memahami konten atau kisah yang diceritakan dalam film. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi salah pemahaman yang ditangkap oleh penonton.
"Berarti harus memahami ayatnya apa, Islam mengaturnya bagaimana, harus ada proses yang namanya taaruf kemudian ada namanya ijab kabul, nanti ada hukumnya hubungan antara suami dan istri dan segala macam," kata Hanung.
Lihat juga:'Rumah' Hollywood Mulai Bergeser ke Budapest |
Ia membandingkan, pembuatan film bernuansa religi sebenarnya sama halnya dengan penggarapan film berlatarbelakang roti. Menurutnya, keduanya sama-sama memerlukan riset mengenai latar belakang masing-masing.
"Sama saja sebetulnya kalau membuat film dengan latar belakang roti. Harus tahu bagaimana roti itu dibuat," ujar Hanung.
'Dakwah' Klise
Suami Zaskya Adya Mecca itu mengaku kerap menemukan kesulitan pembuatan film berlatar Islam ketika berhadapan dengan produser. Menurutnya, banyak produser yang masih terjebak dengan hal-hal klise dan tidak mendalam, sehingga tak pernah menampilkan kebaruan.
Hanung menyebutkan, cerita dalam film bernuansa Islam tak jauh-jauh dengan hadirnya orang ke-tiga yang memicu poligami, misalnya dalam film Ayat-Ayat Cinta pada 2008 dan tema serupa juga hadir dalam dua serial Surga yang Tak Dirindukan pada 2015 dan 2017.
"Selalu ada perempuan jatuh cinta dengan laki-laki yang lugu, setelah menikah tiba-tiba ada perempuan lain dan kebingungan. Selalu itu-itu saja yang ditampilkan, tidak ada sesuatu hal yang baru. Produser film kita selalu terjebak padahal yang sifatnya klise dan enggak pernah mau move on dari itu," kata Hanung.