Pembakaran buku itu didokumentasikan dalam video dan diunggah ke Facebook. Pasukan berseragam menumpuk buku menjadi timbunan yang ditutup kertas, lalu membakarnya.
[Gambas:Videofb]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembakaran dilakukan bukan tanpa alasan. Pasukan polisi menyebut buku-buku yang dibakar diduga mempromosikan ISIS. Mereka menyebut buku-buku itu mengandung ajaran kekerasan dan konsep persaudaraan dalam Muslim, hal yang dilarang di Uni Emirat Arab dan Mesir.
Bukan hanya sejarah Islam dan biografi Nabi Muhammad. Buku karangan novelis pemenang Nobel asal Mesir, Naguib Mahfouz juga termasuk yang dibakar. Demikian pula buku berisi pemikiran filsuf Jerman, Friedrich Nietzsche yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
Video lain memperlihatkan pasukan polisi mengumumkan bahwa buku-buku yang beredar adalah bentuk invasi budaya.
Karya di dalamnya juga memuat ilmu sihir dan erotika, karena itu perlu disita. Tak lama setelah penyitaan, ratusan penulis melayangkan surat terbuka yang menyebut bahwa aksi itu, apalagi pembakaran buku, adalah tindakan terorisme intelektual.