Bukan hanya Shinoda, seluruh Linkin Park pun berduka. Sampai-sampai, diberitakan Rolling Stones, mereka membatalkan tur konser yang seharusnya dimulai kembali 27 Juli mendatang.
Itu disampaikan promotor tur konser mereka, Live Nation dalam sebuah pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Linkin Park sendiri belum merilis pernyataan apa pun terkait kematian Bennington.
Chester Bennington meninggal pada Kamis (20/7) karena gantung diri. (Rich Fury/Getty Images for iHeartMedia/AFP) |
Sebelum Bennington meninggal, Linkin Park masih punya 32 jadwal tur lagi.
Setelah tur konser di Amerika Utara yang seharusnya berakhir di Staples Center Los Angeles pada 22 Oktober, mereka sehatrusnya mengunjungi Asia. Mereka dijadwalkan tampil tiga hari berturut-turut di Chiba, Jepang pada November mendatang. Belum tentu nasib konser itu.
Musik Melonjak
Di sisi lain, kematian Bennington membuat publik kembali bernostalgia dengan lagu-lagu Linkin Park yang populer sejak 2000-an, sebelum mereka hijarh ke pop di album baru.
Diberitakan Billboard, Nielsen Music mencatat, dalam sehari—perbanding 19 Juli dan 20 Juli hari meninggalnya Bennington—penjualan musik Linkin Park naik lebih dari 5.000 persen.
Chester Bennington tak bisa lagi konser bersama Linkin Park. (AFP/Rich Fury) |
Angka itu fantastis, mengingat hari sebelumnya angkanya dua ribu lebih rendah.
Album terbanyak yang terjual adalah yang terbaru, One More Light. Album di mana Linkin Park hijrah ke pop itu terjual lebih dari enam ribu kopi hanya dalam satu hari.
Sedangkan lagu yang terbanyak dijual adalah In the End dengan 11 ribu unduhan, disusul Numb yang diundah 10 ribu kali. Di bawah itu ada lagu baru Heavy (tujuh ribu unduhan). (rsa)
Chester Bennington meninggal pada Kamis (20/7) karena gantung diri. (Rich Fury/Getty Images for iHeartMedia/AFP)
Chester Bennington tak bisa lagi konser bersama Linkin Park. (AFP/Rich Fury)