Dunkirk karya Nolan bukanlah yang pertama dalam mengisahkan upaya penyelamatan tentara Sekutu dari kepungan Nazi di kota di Perancis utara tersebut. Pada 20 Maret 1958, film Dunkirk juga menarik perhatian publik.
Kala itu, film yang juga mengisahkan Peristiwa Dunkirk tersebut digarap oleh Leslie Norman, dibuat oleh Ealing Studios dan diedarkan oleh Metro-Goldwyn-Mayer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila Dunkirk versi 2017 dibuat secara orisinil oleh Nolan, Dunkirk versi 1958 merupakan film yang diangkat dari dua novel, yaitu The Big Pick-Up karya Elleston Trevor dan Letnan Kolonel Ewan Hunter, serta novel Dunkirk karya Mayor JS Bradford.
Selain berbeda dari sumber inspirasi, kedua film antara versi 1958 dengan 2017 juga berbeda dari sudut pandang yang digunakan.
Lihat juga:Lima Fakta Epik di Balik 'Dunkirk' |
[Gambas:Youtube]
Sedangkan Nolan melakukan pendekatan melalui sudut pandang militer dengan tiga babak, yaitu udara, air, dan laut.
Namun, kedua film tersebut memiliki kesamaan, yaitu mendapatkan keuntungan saat sudah tayang.
Dunkirk versi 1958 diklaim berbujet US$1,025 juta dan mendapatkan pendapatan box office hingga US$2,06 juta. Pun, film ini disebut sebagai film ke-dua terpopuler di Inggris pada era tersebut.
Sedangkan Dunkirk versi 2017, dengan bujet raksasa mencapai US$100 juta, di pekan pertamanya sudah mengantongi box office hingga US$105,9 juta atau Rp1,4 triliun dari seluruh dunia.
Pun, kedua film ini mendapatkan ulasan yang baik dari penonton. IMDb mencatat Dunkirk versi 1958 mendapat rating 7,1 dari 10, sedangkan Dunkirk versi 2017 mendapatkan nilai lebih baik, yaitu 8,7 dari 10.
[Gambas:Youtube]