Aktor Johnny Depp kini juga tengah bertarung di meja hijau melawan mantan manajer yang menuntutnya karena memiliki gangguan mental. Gangguan itu berupa kelainan dalam pengeluaran alias compulsive spending disorder.
Namun diberitakan Daily Mail, dalam dokumen pengadilan itu Depp membantah tuduhan dia memiliki masalah mental tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut bintang Pirates of the Caribbean itu, sang mantan manajer yang berasal dari The Management Group (TMG) hanya menambahkan informasi yang tidak relevan dan tidak benar tentang dirinya.
Depp menyebut informasi bohong itu bertujuan merusak reputasi baiknya di hadapan publik. Informasi itu dimanfaatkan oleh TMG ntuk mengambil keuntungan dari dirinya sehingga tak perlu membayar uang ganti rugi sebesar US$25 juta sekitar Rp332 miliar.
Lihat juga:Rincian Gaya Hidup 'Jet Set' Johnny Depp |
Depp meminta ganti rugi Rp332 miliar kepada perusahaan yang sudah bekerja bersamanya selama 17 tahun itu.
Tak terima dituntud Depp, TMG balik mengajukan gugatan pada Mei lalu. TMG membongkar banyak rahasia Depp dalam gugatan itu.
TMG juga merinci beragam pengeluaran aktor berusia 53 tahun tersebut. Mereka menyatakan Depp mengeluarkan lebih dari US$2 juta dollar atau Rp26 miliar per bulan.
Karena kebiasaan hidup mewah itu, TMG meminta agar dilakukan tes compulsive spending disorder.
Lihat juga:Johnny Depp Menyesal Menjadi Aktor |
"Depp menghabiskan jumlah yang tidak terjangkau untuk mendanai gaya hidupnya yang boros," demikian bunyi tuntutan itu.
Pengeluaran Depp itu mencakup US$75 juta atau hampir menyentuh Rp1 triliun untuk membeli 14 buah rumah, termasuk istana di Perancis Selatan, rangkaian pulau di Bahama, dan beberapa rumah di Hollywood.
Depp juga menghabiskan US$30 ribu atau hampir Rp400 juta per bulan untuk wine mahal dan US$3 juta hampir Rp40 miliar untuk mendapatkan abu dari penulis Hunter S Thompson.