Diberitakan NME, sutradara kawakan itu adalah otak di balik dua serial tersukses waralaba Terminator, yaitu The Terminator (1984), dan Terminator 2: Judgment Day (1991).
Cameron menciptakan sosok siborg penghancur yang diperankan Arnorld Schwarzenegger itu bersama Gale Anne yang menjadi produser Terminator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rihanna Akui Ketagihan Main Film |
Cameron keluar dari waralaba tersebut sebelum penayangan seri ke-tiga dari Terminator, Rise of the Machines. Sedangkan dua film setelahnya, Terminator Salvation dan Terminator Genisys, menuai banyak kritik dan gagal untung besar seperti pendahulunya.
Sineas peraih Oscar itu kemudian mempertimbangkan kembali ke waralaba yang sempat ia ciptakan itu.
“Pertanyaannya adalah, apakah waralaba itu berjalan sesuai jalurnya atau dapayt disegarkan kembali?” kata Cameron.
“Jadi, saya tengah berdiskusi dengan David Ellison yang memegang hak Terminator secara global, dan hak atas film itu di pasar Amerika Serikat akan kembali ke saya di bawah Undang-undang AS dalam satu setengah tahun, jadi dia dan saya tengah berbincang apa yang dapat kami lakukan,” lanjutnya.
“Saat ini kami cenderung membuatnya menjadi tiga serial dan saling terhubung satu-sama lain,” kata Cameron.
[Gambas:Youtube]
Sebelumnya pada Mei lalu, Schwarzenegger telah mengonfirmasi ia akan kembali dalam serial ke-enam.
Namun di sisi lain, keberadaan sang bintang siborg di serial Terminator di masa depan bisa jadi ‘dimusnahkan’ dan diganti dengan bintang baru yang dapat mendongkrak keuntungan.