Teletubbies Beranak Pinak, Netizen Heboh

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 28/07/2017 13:40 WIB
Teletubbies Beranak Pinak, Netizen Heboh Kabar terbaru dari serial 'Teletubbies' sangat tidak diduga oleh netizen. Empat karakter warna-warni itu telah beranak pinak dan dinamakan 'Tiddlytubbies'. (AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY)
Jakarta, CNN Indonesia -- Netizen alias warganet gempar dengan promosi terbaru dari serial anak-anak yang sempat sukses di awal 2000-an, Teletubbies. Akun Twitter serial anak-anak itu menggambarkan Teletubbies memiliki bayi.

Diberitakan NME, pihak serial Teletubbies mengenalkan para bayi Teletubbies itu sebagai Tiddlytubbies yang merupakan anak-anak dari empat karakter asli Teletubbies, Tinky-Winky, Dipsy, Laa Laa, dan Po.

Sejauh ini, Tiddlytubbies punya sembilan personel yang memiliki warna berbeda-beda. Mereka adalah Daa Daa (hijau), Baa (biru), Ping (violet), RuRu (oranye), Mi-Mi (biru langit), Umby Pumby (kuning),Nin (ungu), dan Duggle Dee (merah).



Kesembilan personel keturunan empat sekawan Teletubbies pun memiliki kamar mereka sendiri di ‘Home Dome’ yang selama ini jadi tempat kediaman empat Teletubbies awal.



Atas pengumuman tersebut, dunia maya kebanjiran komentar netizen yang seolah tidak percaya empat sekawan yang sudah muncul setiap harinya di televisi sejak 1997 itu telah memiliki anak.



“(Punya anak dengan) satu sama lain? Saya pikir mereka (Tinky-Winky, Dipsy, Laa Laa, dan Po) adalah laki-laki? Sejak kapan? Saya punya banyak pertanyaan…” tulis akun @goodhappyheart.









Teletubbies merupakan serial televisi anak-anak pra-sekolah yang diciptakan oleh Anne Wood dan Andrew Davenport. Serial ini mengisahkan kehidupan empat makhluk yang berbeda warna yang dikenal dengan Teletubbies.


Disiarkan pertama kali pada 1997, serial ini sudah memiliki 425 episode. Bukan cuma di Inggris, namun di Indonesia serial ini juga menuai kesuksesan. Secara global, Teletubbies dicap sebagai bagian dari budaya pop di awal milenium.

Namun, meski menuai kesuksesan, pada 2015 Wood sempat mengeluhkan respon masyarakat terhadap Teletubbies kini.

“Saat ini sudah masuk ke era orang lebih merasa nyaman atas buatan ulang dari yang pernah sukses ketimbang menciptakan sesuatu yang baru,” kata Wood.


ARTIKEL TERKAIT