'Tidak Semua Laki-laki,' Lagu Pendongkrak Popularitas Basofi

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Senin, 07/08/2017 13:32 WIB
'Tidak Semua Laki-laki,' Lagu Pendongkrak Popularitas Basofi Basofi Sudirman juga dikenal sebagai pedangdut. (Screenshot via youtube.com (SimpleMan12))
Jakarta, CNN Indonesia -- Basofi Sudirman yang meninggal dalam usia 77 tahun pada Senin (7/8) di Jakarta, bukan hanya dikenal sebagai mantan Gubernur Jawa Timur. Ia juga populer sebagai pedangdut.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jatim periode 1993-1998, Basofi mengawali kiprahnya di dunia pemerintahan dengan menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 1987-1992.


Di akhir masa jabatannya sebagai Wagub DKI Jakarta itulah, Basofi mulai menjajal bakatnya sebagai penyanyi. Pria kelahiran Bojonegoro, 20 Desember 1940 itu mengawali debutnya lewat lagu ciptaan Leo Waldy bertajuk Tidak Semua Laki-laki pada 1992. Lagunya langsung populer.


Meggy Z bahkan menyanyikannya ulang. Hingga kini lagu itu masih sering didengar, namun tidak banyak yang tahu bahwa mulanya itu dilontarkan oleh Basofi. Saat itu, ke mana pun pergi Basofi sering akhirnya menghibur masyarakat dengan Tidak Semua Laki-laki.

[Gambas:Youtube]

Disebut-sebut, karena itu Basofi pun dikenal menjadi pejabat daerah yang menelurkan album dangdut. Dalam album yang berjudul sama dengan lagu hit-nya, Tidak Semua Laki-laki, terdapat delapan lagu lain. Lagu-lagu itu pun tidak kalah populer dengan yang pertama.

Di antaranya ada Fatamorgana, Fianda, Rena, Termiskin di Dunia, Terbayang-bayang, Tanda Cinta, Rena, Pasrah, dan Siapa Suruh.

[Gambas:Youtube]

Dilaporkan, album tersebutlah yang kemudian menunjang popularitas Basofi hingga akhirnya dipilih menjabat sebagai Gubernur Jatim pada 1993 hingga 1998.

Sayang, kiprah Basofi di dunia hiburan hanya terekam dalam satu album saja. Setelahnya, ia lebih memilih melanjutkan kariernya di dunia politik.

[Gambas:Youtube]