Adalah Stevie Item dan Ricky Siahaan yang membentuknya. Metal, yang kemudian setia menjadi genre Deadsquad, memang jiwa mereka. Stevie dan Ricky kemudian mengajak Bons dan Andyan untuk melengkapi formasi yang kosong saat itu.
Namun formasi itu tak bertahan sampai setahun. Sang pendiri, Ricky justru hengkang meninggalkan rekan-rekannya kala itu. Posisinya sebagai gitaris pun digantikan Prisa, mantan anggota band Zala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan formasi baru itulah mereka merilis Horror Vision.
Empat tahun kemudian band tersebut mengeluarkan album ke-dua, tepatnya pada 30 November 2013. Album yang berjudul Profanatik itu terdiri dari sembilan lagu, seperti Ode Kekekalan Pusara, Anatomi Dosa, dan Merakit Sakit.
Sayang, setahun setelah mengeluarkan album keduanya, lagi-lagi Deadsquad ditinggalkan oleh personelnya, yaitu Bons. Posisi tersebut akhirnya digantikan oleh Alan. Coki menyusul meninggalkan Deadsquad pada Maret 2016.
Meski tanpa Coki, sembilan bulan kemudian Deadsquad mengeluarkan album ke-tiga yang berjudul Tyranation. Album tersebut terdiri atas 10 lagu, di antara Lahir Mati Satir, Tyranation dan Labirin Epidemi.
Ditinggal oleh dua personel dalam waktu berdekatan, Deadsquad pun sibuk mencari pengganti. Audisi pencarian personil baru sudah dilakukan sejak Januari, namun belum dapat yang cocok.
“Lagi masih milih-milih. Soalnya kalau kitanya cocok kita juga perlu nunggu, merekanya cocok apa enggak, gitu,” ujar Stevie saat diwawancara CNNIndonesia.com.
Sekali lagi, Deadsquad tetap membuktikan bisa produktif meski kurang personel. Kini, band tersebut juga sedang menyiapkan materi untuk lagu terbarunya.
Lihat juga:Video Ular dan Riwayat Drama Taylor Swift |
Deadsquad akan lebih banyak berbincang dan melantunkan musik-musiknya di Music at Newsroom CNNIndonesia.com pada Rabu (23/8) pukul 14.00-15.00 WIB hanya di www.cnnindonesia.com.